KPK Geledah Kantor Bupati Muara Enim dan rumah tersangka Abi Nurwardani, Sita Berbagai Dokumen

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami perkara dugaan korupsi berupa suap, terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim, Sumatera Selatan.
Dalam rangkaian penyidikan lanjutan, penyidik menggeledah sejumlah lokasi dan menyita berbagai dokumen yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.
Penggeledahan dilakukan pada Jumat (12/6/2026), di sejumlah lokasi yang dinilai memiliki keterkaitan dengan konstruksi perkara yang sedang diusut KPK.
Baca Juga: KPK Telusuri Hubungan Tersangka Suap Hasil Audit Pemkab Muara Enim dengan Anggota V BPK
"Tim Penyidik KPK melakukan serangkaian tindakan penggeledahan pada sejumlah lokasi yang diduga memiliki keterkaitan dengan konstruksi perkara yang sedang ditangani," kata KPK dalam keterangannya, Sabtu (13/6/2026).
Lokasi yang digeledah meliputi Kantor Bupati Muara Enim, Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim, Rumah Dinas Bupati Muara Enim, serta kediaman tersangka Abi Nurwardani (ABN).
Dari penggeledahan tersebut, penyidik menemukan dan menyita sejumlah dokumen yang diduga berkaitan dengan proses pengadaan barang dan jasa serta pihak-pihak yang terlibat dalam perkara.
Penyitaan dilakukan sebagai bagian dari upaya pengumpulan alat bukti guna membuat terang tindak pidana yang tengah disidik.
"Dari kegiatan tersebut, penyidik menemukan dan melakukan penyitaan terhadap sejumlah dokumen yang diduga berkaitan dengan proses pengadaan dan pihak-pihak yang terlibat dalam perkara," ujar KPK.
Lembaga antirasuah itu menilai, penggeledahan menjadi langkah penting untuk melengkapi sekaligus memperkuat konstruksi pembuktian perkara yang sebelumnya terungkap melalui operasi tangkap tangan (OTT).
Baca Juga: KPK Tahan Orang Kepercayaan Anggota BPK dalam Kasus Korupsi Muara Enim
Dokumen-dokumen yang telah disita akan dianalisis dan didalami lebih lanjut, untuk mengonfirmasi keterkaitannya dengan barang bukti serta keterangan yang telah diperoleh penyidik dalam proses penyidikan sebelumnya.
"KPK akan mendalami lebih lanjut dokumen-dokumen tersebut guna mengonfirmasi dan memperkuat keterkaitannya dengan alat bukti yang sebelumnya telah diperoleh dalam rangkaian peristiwa tertangkap tangan yang menjadi awal pengungkapan perkara ini," demikian keterangan KPK.
Perkara ini bermula dari OTT yang dilakukan KPK di Sumatera Selatan dan Jakarta. Dalam perkara suap pengadaan, KPK telah menetapkan sejumlah tersangka, di antaranya Bupati Muara Enim, Edison; Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim, Abi Nurwardani, Adi Triadi, serta Cory Erin Hardi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat







