Hindari Spekulasi Publik, Sahroni Minta Mekanisme Tahanan Rumah Diperjelas

AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, menilai, pemerintah perlu memperjelas mekanisme pengalihan status tahanan rumah agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Hal ini menanggapi keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang memberikan status tahanan rumah kepada mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut.
Menurut Sahroni, usulan pembentukan panitia kerja (panja) untuk membahas hal tersebut tidak bisa dilakukan secara instan.
Prosesnya membutuhkan persetujuan dari seluruh fraksi di Komisi III DPR RI.
“Pembentukan panja tidak sesederhana membicarakan hal sehari-hari. Perlu pembahasan yang komprehensif dan persetujuan lintas fraksi,” ujarnya.
Ia menambahkan, usulan yang masuk tetap akan dibahas lebih lanjut di internal Komisi III untuk menentukan langkah yang tepat.
“Usulan kita terima, nanti akan dibahas lebih lanjut di Komisi III sesuai dengan mekanisme yang berlaku,” katanya.
Sahroni menekankan pentingnya aturan yang transparan dan berlaku sama bagi semua pihak. Dengan begitu, keputusan terkait tahanan rumah tidak menimbulkan kecurigaan publik.
Baca Juga: Megawati Sampaikan Duka Cita atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon
Ia juga menyinggung kemungkinan adanya mekanisme jaminan sebagai syarat penangguhan, seperti yang diterapkan di beberapa negara.
“Kalau aturannya jelas, semua orang bisa mendapatkan perlakuan yang sama, misalnya dengan sistem jaminan yang dibayarkan ke negara. Itu akan lebih transparan dan adil,” jelasnya.
Menurutnya, tanpa regulasi yang tegas, kebijakan tahanan rumah berpotensi memicu berbagai spekulasi, terutama jika alasan pemberian status tersebut tidak disampaikan secara terbuka.
“Jangan sampai publik menduga-duga. Kalau memang alasan kesehatan, harus dijelaskan. Kalau tidak, keputusan seperti ini bisa menimbulkan tanda tanya,” tegasnya.
Saat ditanya terkait kemungkinan pembahasan bersama kementerian terkait, Sahroni menyebut belum ada rencana pemanggilan.
“Belum ada rencana ke arah sana,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T








