KPK: Penyelidikan Dugaan Korupsi Proyek Whoosh Terus Berjalan, Hasilnya Akan Dilaporkan ke Presiden

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menegaskan, penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh masih berlangsung dan belum dihentikan.
Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak, menyampaikan, jika hasil penyelidikan menunjukkan adanya bukti permulaan yang kuat, lembaga antirasuah akan segera melaporkannya kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Kalau memang hasil penyelidikan terindikasi cukup bukti ada perbuatan tindak pidana korupsi, kami akan sampaikan,” ujar Johanis di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (6/11/2025).
Ia menegaskan bahwa penyelidikan saat ini masih berfokus pada proses penelusuran dugaan tindak pidana.
“Kalau tidak ada, ya selesai. Namun kalau ada, kita bisa sampaikan kepada Presiden bahwa terdapat perbuatan yang dikualifikasi sebagai tindak pidana korupsi,” ujarnya.
Proyek KCJB merupakan kerja sama pemerintah Indonesia dengan Tiongkok untuk layanan kereta cepat rute Jakarta–Bandung sepanjang 142,3 kilometer, dengan waktu tempuh 30–45 menit.
Baca Juga: Sambut World Cities Day, PIK2 Hadirkan Kota yang Nyaman dan Serasi dengan Alam
Proyek ini resmi beroperasi pada Oktober 2023 setelah diresmikan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Nilai awal proyek diperkirakan sebesar 5,13 miliar dolar AS atau sekitar Rp82,08 triliun.
Namun, terjadi pembengkakan biaya sekitar 1,2 miliar dolar AS sehingga total mencapai 7,27 miliar dolar AS atau setara Rp115 triliun, dengan asumsi kurs Rp16 ribu per dolar AS.
Sebelumnya, Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur, mengungkapkan bahwa penyelidikan kasus ini telah berjalan sejak awal tahun dan dilakukan secara tertutup.
Sejumlah pihak juga telah dimintai keterangan, namun KPK belum membuka identitas maupun rincian pemeriksaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 7Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 8Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo









