Puan Minta Kasus Kematian Prada Lucky Diproses Adil dan Jadi Evaluasi TNI

AKURAT.CO Ketua DPR, Puan Maharani, meminta agar kasus kematian Prajurit Dua (Prada) Lucky Cepril Saputra Namo diproses secara adil. Dia mengingatkan pentingnya evaluasi mekanisme pembinaan di tubuh TNI, untuk mencegah peristiwa serupa terulang.
"Hal tersebut tentu saja jangan sampai terulang lagi. Bahwa hubungan antara senior dan junior jangan kemudian didasarkan oleh tindak atau perilaku kekerasan, namun bagaimana saling hormat dan menghormati, saling menghargai dan menghargai," kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/8/2025).
Dia mengapresiasi langkah penyelidikan dan penyidikan yang telah dilakukan, hingga menetapkan 20 orang sebagai tersangka. Menurutnya, seluruh pihak yang terlibat harus diproses sesuai hukum yang berlaku.
Baca Juga: Kasus Kematian Prada Lucky, Moralitas dan Pola Pendidikan di Tubuh TNI Jadi Sorotan
"Ya tentu saja harus diproses secara adil dan diproses dengan baik. Apa yang menjadi penyebab dan bagaimana nantinya harus diberikan hukuman jera yang sebaik-baiknya," ujarnya.
Ketua DPP PDIP itu menekankan, tragedi kematian prajurit akibat kekerasan antar anggota harus menjadi pelajaran penting dan jadi bahan evaluasi. "Mekanisme yang ada harus dievaluasi, jangan sampai terulang lagi," tutup Puan.
Sebelumnya, kabar duka datang dari Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) 834 Waka Nga Mere, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Prada Lucky meninggal dunia pada Rabu (6/8/2025) pukul 10.30 WITA, setelah menjalani perawatan selama empat hari di RSUD Aeramo, Nagekeo.
Baca Juga: Komisi I DPR Kawal Kasus Kematian Prada Lucky, Diduga Korban Penganiayaan Senior
Paman korban, Rafael Davids, mengungkapkan pihak keluarga mendapat informasi bahwa Lucky mengalami penyiksaan oleh anggota seniornya.
Panglima Kodam IX Udayana, Mayjen Piek Budyakto, menegaskan 20 orang prajurit TNI telag menjadi tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan yang Prada Lucky.
"Seluruhnya 20 tersangka yang sudah ditahan dan kemudian akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan selanjutnya," kata Mayjen Piek, berkunjung ke rumah duka mendiang Prada Lucky di asrama tentara Kuanino, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (11/8/2025).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 6Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 7Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







