Dugaan Persekongkolan di Balik Tender Kereta Cepat, DPR Desak Erick Thohir Bersih-bersih BUMN

AKURAT.CO Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim, mendesak Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, untuk menegakkan komitmennya dalam memberantas korupsi di lingkungan BUMN.
Hal ini disampaikan Rivqy, merespons temuan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang mengendus dugaan persengkokolan dalam pengadaan rangkaian kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh.
"Saya minta Pak Erick lebih tegas lagi bersih-bersihnya," ujar Rivqy kepada wartawan di Jakarta, Rabu (18/12/2024).
Sebagaimana diketahui, temuan dugaan persengkokolan kereta cepat pertama di Indonesia tersebut disampaikan KPPU dalam Laporan Dugaan Pelanggaran (LDP) pada sidang perdana perkara Nomor 14/KPPU-L/2024 tentang Dugaan Pelanggaran Pasal 22 UU Nomor 5 Tahun 1999 terkait Pengandaan Transportasi Darat untuk Pemasokan EMU pada Proyek Jakarta Bandung High Speed Railways Project.
Baca Juga: Sumbangsih Finansial dan Program Pro Rakyat Kukuhkan BRI Sebagai BUMN Terbesar
Perkara yang bersumber dari laporan masyarakat itu, teryata ada beberapa fakta yang ditemukan investigator. Salah satunya, investigator menemukan fakta bahwa terlapor yakni PT CRRC Sifang Indonesia dan PT Anugerah Logistik Prestasindo selaku panitia tender, tidak memiliki peraturan tertulis yang baku terkait tata cara pemilihan penyedia barang barang dan atau jasa.
Selain itu, terlapor tidak melakukan penerimaan dan atau pembukaan dan atau evaluasi dokumen penawaran secara terbuka atau transparan. Terlapor I juga memenangkan peserta tender, yang tidak memenuhi persyaratan kualifikasi.
Tekait hal ini, Rivqy juga mendesak KPK untuk segera turun tangan menindaklanjuti temuan investigator KPPU. Dia menilai, persengkokolan ini mengindikasi proses tidak wajar yang mengarah pada tindak pidana korupsi.
"Saya dan masyarakat kecewa kalau teryata adanya dugaan persengkokolan itu," katanya.
Dia lantas mendesak, pihak-pihak terkait untuk mengusut dugaan tersebut sampai tuntas.
"Ya tidak ada pilihan lain kecuali diusut sampai keakarnya. Kita semua tentu bangga punya kereta cepat Whoosh, tapi kalau ada korupsi di dalamnya itu tentu harus diusut," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








