Kejagung Diminta Selidiki Dugaan Korupsi Dana PON di Papua

AKURAT.CO Forum Komunikasi Intelektual Muda Papua Peduli Kasus PON XX Papua 2021 mengadakan aksi di depan Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, Jakarta.
Aksi tersebut bertujuan mendesak Kejagung untuk ikut terlibat dalam penyelesaian kasus dugaan korupsi di PON XX Papua 2021 yang melibatkan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Papua, NW, yang menjabat saat itu.
Ketua Forum Komunikasi Intelektual Muda Papua Peduli Kasus PON XX Papua 2021, Adrian, menyatakan, NW diduga mengajuan peminjaman anggaran dari APBD Provinsi Papua yang tidak melalui prosedur yang seharusnya.
Baca Juga: Rekrutmen Pantarlih Bermasalah, Bawaslu Temukan Daerah yang Belum Gelar Coklit Pilkada Serentak
"Ada dugaan korupsi dan penyalahgunaan wewenang karena sesuai regulasi dan teknis yang ada, NW selaku kepala BPKAD Papua pada 2021 seharusnya berkirim surat terlebih dahulu kepada Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri untuk meminta pendapat teknis terkait rancangan pengajuan peminjaman dan penarikan dana APBD Pemprov Papua, bukan mengeksekusi sendiri permintaan peminjaman tersebut," ujar Adrian, Selasa (6/8/2024).
Selain itu, Adrian menambahkan, para kontraktor yang berpartisipasi dalam pelaksanaan PON XX Papua 2021 belum dibayarkan, menyebabkan kerugian bagi banyak pihak, termasuk pelaku usaha kecil di Papua dan Pemprov Papua itu sendiri.
"Berdasarkan informasi yang kami peroleh, para kontraktor yang ikut serta dalam pengadaan barang/jasa kegiatan PON XX Papua mengaku belum menerima pembayaran hingga hari ini," ungkap Adrian.
Adrian berharap, Kejagung akan mengambil tindakan tegas dalam penyelesaian kasus dugaan korupsi yang dilakukan oleh Kepala BPKAD Provinsi Papua.
Baca Juga: PSSI Bantah Anggaran Kementerian Keuangan Digunakan untuk Carter Pesawat Timnas Indonesia
"Kami dengan tegas meminta Kejagung RI untuk memerintahkan Kajati Papua saat ini agar segera mengumumkan daftar tersangka Mega Korupsi Dana PON XX Papua Tahun 2021 dalam waktu sesingkat-singkatnya pada bulan Agustus 2024," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T






