Sakit Hati, Aliansi Ormas Geruduk Menara Kompas dan Dewan Pers

AKURAT.CO Aliansi Ormas Se-Jabodetabek bakal melakukan unjuk rasa di Kantor Kompas TV, menyusul kericuhan yang terjadi usai sidang vonis mantan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.
Aksi digelar Aliansi Ormas Se-Jabodetabek lantaran tidak terima dengan umpatan yang disebut dilontarkan oleh wartawan Kompas TV.
"Terkait adanya kata-kata kotor yang dikeluarkan oleh wartawan Kompas TV dengan bahasa ormas anjxxx, koruptor anjxxx, pendukung koruptor, sehingga membuat seluruh ormas Se-Indonesia sakit hati," jelas Koordinator Lapangan Aliansi Ormas Se-Jabodetabek, Albar, dalam keterangan yang diterima, Senin (15/7/2024).
Dia menjelaskan, Aliansi Ormas Se-Jabodetabek akan membawa sebanyak 2.000 orang untuk mendatangi Menara Kompas di kawasan Palmerah, Jakarta, mulai pukul 10.00 WIB.
Baca Juga: Sekolah Negeri Masih Terbatas, DPR Sindir Pemerintah: Bangun Jalan Tol Saja Bisa
Kemudian aksi dilanjutkan ke Gedung Dewan Pers dengan tuntutan mencabut izin terbit dan menutup Kantor Kompas TV.
"Kami mendesak Kementerian Komunikasi dan Informatika segera mencabut izin pers dan peliputan serta menutup Kantor Kompas TV," tegas Albar.
Sementara, di area Menara Kompas, polisi telah menyiagakan mobil pengendali massa guna mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan dalam unjuk rasa ormas.
Kericuhan usai sidang vonis mantan Mentan, Syahrul Yasin Limpo, terjadi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (11/7/2024).
Peristiwa dipicu anggota ormas yang dianggap menghalangi kerja wartawan saat hendak mewawancarai Syahrul Yasin Limpo terkait vonis 10 tahun penjara.
Baca Juga: Rizieq Shihab Sebut Ustadz Yazid bin Jawas Menyebarkan Faham Wahabi di Indonesia
Aksi saling dorong tak terhindarkan sehingga berujung banyak wartawan terjatuh, termasuk seorang juru kamera dari Kompas TV.
Kericuhan diwarnai aksi penganiayaan terhadap juru kamera Kompas TV, sehingga melaporkan kejadian itu ke SPKT Polda Metro Jaya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







