Ibu yang Bunuh Anak di Bekasi Ngaku Dapat Bisikan Gaib

AKURAT.CO Polisi telah memeriksa ibu dari bocah yang tewas dengan luka 20 tusukan di Perumahan Sumarecon Bekasi, Kota Bekasi.
Ibu sekaligus pelaku tersebut mengatakan telah mendapat bisikan gaib sebelum menjalankan aksinya.
"Motifnya nanti masih akan pendalaman. Tapi hasil wawancara sementara bahwa terduga pelaku mendapatkan bisikan gaib," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra, kepada wartawan di Mapolres Bekasi Kota, Kamis (7/3/2024).
Kondisi terduga pelaku masih stabil saat dimintai keterangan oleh penyidik dari PPA dan Satreskrim Polres Bekasi Kota. Hanya saja sempat tertawa.
"Tentunya nanti kita akan koordinasi dengan Puslabfor maupun dengan pemeriksaan psikologi terhadap terduga pelaku," kata Wira.
Saat ini, status ibu korban masih sebagai terduga pelaku. Sebab, polisi masih melakukan pedalaman dan belum melakukan gelar perkara.
Terkait barang bukti, sementara ini yang ditemukan adalah sebilah pisau yang digunakan untuk menusuk dada kiri korban sebanyak 20 kali.
Ayah korban ternyata masih berada di Medan. Satu keluarga tersebut sudah tinggal di Perumahan Sumarecon Bekasi kurang lebih satu tahun dengan mengontrak.
Selain itu, adik korban yang masih berusia 1,7 tahun akan diserahkan kepada dinas sosial setempat untuk dirawat.
"Untuk tindak lanjutnya nanti akan disampaikan. Setelah nanti hasil pemeriksaan akan dilakukan oleh Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota dengan pihak asistensi dan di-back up oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya," jelas Wira.
Sebelumnya, korban yang berusia lima tahun ditemukan tewas dengan banyak luka tusuk di tubuhnya.
Kasat Reskrim Polres Bekasi Kota, AKBP Muhammad Firdaus, mengatakan, korban diduga dibunuh oleh ibunya sendiri yang berinisial SNF (26).
Polisi kemudian mengamankan pelaku dan memintai keterangan dua orang saksi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa







