AKURAT.CO Terdapat berbagai tantangan yang harus dihadapi dalam tahun politik menjelang Pemilu 2024.
Salah satu tantangan tersebut yaitu adanya potensi polarisasi.
Tantangan itu diingatkan Kepala Polri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, saat mengikuti kegiatan bakti kesehatan dan bakti sosial Alumni Taruna Akabri 1988 di Tasikmalaya, Sabtu (26/8/2023).
Baca Juga: Kapolri: Keberagaman Modal Persatuan Dan Kesatuan Indonesia
"Saya kira masyarakat sekarang sudah sangat cerdas ya. Masyarakat sangat memahami bahwa yang namanya polarisasi di dalam suatu kegiatan pemilihan, ini harus kita jaga (supaya tidak terjadi)," kata Kapolri dalam keterangannya, Minggu (27/8/2023).
Polarisasi adalah pembagian atas dua bagian atau lebih pihak yang berlawanan. Hal ini akan mudah terjadi saat suatu kelompok dalam masyarakat memiliki perbedaan prinsip dengan kelompok lain.
Namun, biasanya kelompok yang satu akan cenderung menilai bahwa pandangan atau pendapat kelompok lain itu salah atau tidak lebih baik dari kelompoknya.
Baca Juga: Pemilu 2024, Dedi Mulyadi Hingga Aldi Taher Rebutkan Kursi Di Jabar VII
Kendati demikian, Kapolri menganggap adanya perbedaan pandangan atau pendapat dalam pemilu merupakan hal wajar. Akan tetapi, dia menekankan serta meminta masyarakat untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan.
"Walaupun kita semua memiliki perbedaan di dalam menentukan pilihan, namun yang namanya persatuan, kesatuan menjaga jangan sampai ada perpecahan, ini harus kita lakukan," jelasnya.
"Kemudian saya kira para elite, utamanya para kontestan yang ikut dalam perhelatan ini pasti sangat sadar untuk sama-sama menjaga agar situasi kamtibmas yang ada bisa terus kita kelola dengan baik. Jadi, walaupun ada perbedaan di dalam pendapat, tapi persatuan dan kesatuan harus tetap kita jaga," Kapolri memaparkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 8Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








