Gus Rozin Resmi Maju Caketum PBNU, Soroti Turunnya Muruah dan Kredibilitas NU

AKURAT.CO Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin resmi menyatakan maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-35 NU di Jombang. Ia mengusung agenda pemulihan muruah organisasi, penguatan kedaulatan NU, serta peningkatan manfaat organisasi bagi warga Nahdliyin.
Kepada wartawan, Kamis (16/7), Gus Rozin mengatakan pencalonannya dilandasi keinginan untuk membawa NU keluar dari berbagai persoalan internal yang dinilai menghambat konsolidasi organisasi.
"NU saat ini membutuhkan kebersamaan untuk keluar dari tajamnya perbedaan pendapat yang tidak kunjung selesai. Karena itu, kedaulatan NU menjadi aspek strategis yang harus diselamatkan bersama-sama. Poros tengah bisa menjadi solusi agar NU tidak mengalami kebuntuan komunikasi," ujar Gus Rozin.
Baca Juga: Gus Ipul: Wacana Regenerasi Ketua Umum PBNU Baik Didiskusikan Jelang Muktamar
Menurutnya, Nahdlatul Ulama memerlukan kepemimpinan yang mampu menyatukan seluruh elemen organisasi di tengah meningkatnya dinamika menjelang Muktamar ke-35.
Gus Rozin juga menilai muruah dan kredibilitas NU mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Ia menyebut sejumlah persoalan internal organisasi, dinamika di lingkungan pesantren, isu konsesi tambang, hingga melemahnya daya kritis organisasi sebagai tantangan yang perlu segera dibenahi.
"Muruah dan kredibilitas NU saat ini turun cukup tajam. Beberapa masalah internal, berbagai peristiwa pesantren, konsesi tambang, menurunnya daya kritis, dan lainnya menjadi beberapa penyebabnya. Karena itu menjadi penting mengembalikan martabat NU pada posisi yang seharusnya," katanya.
Selain melakukan pembenahan organisasi, Gus Rozin menekankan pentingnya menghadirkan manfaat yang lebih nyata bagi warga Nahdlatul Ulama hingga tingkat akar rumput. Menurutnya, jam'iyyah dan jamaah menunggu peran organisasi yang lebih kuat dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, maupun keagamaan.
"Aspek kehadiran NU sangat ditunggu jam'iyyah dan jamaah di akar rumput. Hadirnya manfaat yang nyata bagi jamaah maupun jam'iyyah di tingkat PW, PC, MWC hingga ranting NU di berbagai sektor sangat ditunggu-tunggu, mengingat NU adalah organisasi keagamaan terbesar di dunia," ujarnya.
Baca Juga: M. Nuh Sebut Muktamar ke-35 NU Jadi "Reuni Akbar Imajiner" Satu Abad Nahdlatul Ulama
Pernyataan tersebut menambah daftar tokoh yang menyatakan kesiapan mengikuti kontestasi Ketua Umum PBNU menjelang Muktamar ke-35. Bursa calon ketua umum sebelumnya juga diramaikan sejumlah nama lain, termasuk petahana KH Yahya Cholil Staquf, Menteri Agama Nasaruddin Umar, KH Zulfa Mustofa, KH Yusuf Chudlori, KH Abdussalam Shohib, dan KH Abdul Hakim Mahfudz.
Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada akhir Agustus 2026. Forum lima tahunan tersebut akan menentukan kepemimpinan PBNU untuk periode berikutnya sekaligus membahas arah kebijakan organisasi ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








