Cak Imin Kembali Sindir Kepemimpinan Gus Yahya: Kepemimpinan NU Paling Mundur Dibanding yang Lain

AKURAT.CO Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), dinamika internal organisasi semakin menghangat. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, melontarkan kritik tajam terhadap kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di bawah KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). Menurutnya, kepengurusan PBNU periode ini merupakan yang "paling mundur" dibandingkan periode-periode sebelumnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Cak Imin saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/6/2026), di tengah menghangatnya pembahasan mengenai Muktamar ke-35 NU yang akan memilih kepemimpinan baru.
"Ngomong jujur ya, PBNU periode ini PBNU yang paling mundur dibanding yang lain. Itu keprihatinan semua pihak. Tapi hanya Muhaimin yang berani ngomong," ujar Cak Imin.
Baca Juga: Gus Yahya Balas Kritik Cak Imin: Belum Pernah Jadi Pengurus, Jadi Kurang Memahami Dinamika NU
Ia menegaskan kritik tersebut bukan dilatarbelakangi kepentingan politik, melainkan bentuk tanggung jawab sebagai kader Nahdlatul Ulama yang menginginkan organisasi kembali mengalami kemajuan.
"Saya sebagai kader NU tidak ingin ada kemunduran di dalam pengelolaan Pengurus Besar NU. Ini sebagai rasa cinta saya sebagai kader agar terjadi perubahan manajemen menyeluruh supaya tidak ada lagi kesimpulan periode ini periode yang paling gagal dibanding periode-periode yang lain," katanya.
Menurut Cak Imin, PBNU membutuhkan pembenahan manajemen organisasi secara menyeluruh agar mampu menjawab tantangan zaman sekaligus mengembalikan kepercayaan warga Nahdliyin terhadap kepemimpinan organisasi.
Ia juga menegaskan bahwa kritik yang disampaikannya lahir dari rasa tanggung jawab sebagai kader, bukan karena posisinya sebagai politisi.
"Saya ngomong bukan karena saya politisi, bukan. Karena saya adalah kader yang ingin ikut bertanggung jawab memperbaiki," ujarnya.
Selain mengkritik kinerja kepengurusan, Cak Imin kembali menegaskan pentingnya menjaga jarak antara organisasi keagamaan dan politik praktis. Menurutnya, PBNU harus bebas dari dominasi kepentingan politik.
"Salah satu formulanya, PBNU harus bersih dari politisi. Politisi NU silakan masuk partai. Aturannya sebenarnya sudah ada, tinggal penegasannya saja," ucapnya.
Pandangan serupa juga disampaikan Cak Imin melalui akun media sosial X miliknya. Ia menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama merupakan organisasi sosial-keagamaan yang dibangun di atas semangat persaudaraan, bukan kompetisi politik.
"NU itu bukan organisasi politik yang membuat hubungan selalu kompetitif," tulisnya.
Ia bahkan mengungkapkan kerinduannya terhadap gaya kepemimpinan almarhum KH Hasyim Muzadi yang dinilainya mampu menjaga NU tetap menjadi rumah bersama seluruh warga Nahdliyin.
Baca Juga: Jelang Muktamar, Gus Yahya: Ketum PBNU Tak Boleh Rangkap Jabatan Politik
Sementara itu, PBNU dijadwalkan menggelar Muktamar ke-35 pada akhir Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Forum tertinggi organisasi tersebut akan membahas berbagai agenda strategis, termasuk pemilihan Ketua Umum PBNU untuk periode selanjutnya.
Hingga berita ini ditulis, PBNU belum memberikan tanggapan resmi secara khusus atas kritik Cak Imin tersebut. Namun sebelumnya Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf telah menyatakan siap kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU untuk melanjutkan program-program strategis yang menurutnya masih memerlukan penyempurnaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 8Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 9Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 10Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik





