PBNU Jelaskan Alasan Tambakberas Ditetapkan sebagai Lokasi Muktamar Ke-35 NU

AKURAT.CO Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai pengalaman Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, sebagai tuan rumah Muktamar Ke-33 NU pada 2015 menjadi modal penting dalam penyelenggaraan Muktamar Ke-35 NU yang akan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026.
Hal itu disampaikan Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar Ke-35 NU, H. Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, usai Rapat Gabungan Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2026).
Menurut Gus Ipul, pengalaman Tambakberas dalam menyelenggarakan forum permusyawaratan tertinggi NU sebelumnya menjadi salah satu pertimbangan utama PBNU saat menetapkan lokasi Muktamar Ke-35.
"Jombang telah memiliki pengalaman menjadi tuan rumah Muktamar pada 2015. Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal penting dalam mempersiapkan penyelenggaraan Muktamar kali ini," ujar Gus Ipul.
Baca Juga: Muktamar ke-35 NU Diundur ke Akhir Agustus, Apa Alasannya?
Ia menjelaskan, penetapan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas sebagai lokasi Muktamar dilakukan setelah mempertimbangkan berbagai aspek teknis, mulai dari kesiapan infrastruktur, akomodasi, hingga kemampuan lokasi dalam mendukung pelaksanaan agenda organisasi berskala nasional tersebut.
Karena itu, PBNU berharap seluruh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dapat menerima keputusan tersebut sebagai bagian dari ikhtiar bersama untuk menyukseskan Muktamar Ke-35 NU.
"Seluruh pengurus wilayah dan cabang diharapkan dapat memahami keputusan yang telah diambil demi kemaslahatan bersama," katanya.
Selain menetapkan lokasi, PBNU juga segera melakukan konsolidasi dengan PWNU Jawa Timur, PCNU Jombang, serta pesantren-pesantren di sekitar Tambakberas. Konsolidasi tersebut dilakukan guna memastikan seluruh kebutuhan pelaksanaan Muktamar dapat dipenuhi secara optimal.
Berbagai aspek yang dipersiapkan meliputi penyediaan akomodasi peserta, sarana dan prasarana, lokasi sidang komisi, hingga sistem transportasi bagi para muktamirin yang diperkirakan datang dari berbagai daerah di Indonesia.
"Dukungan yang dipersiapkan meliputi akomodasi, sarana dan prasarana, tempat sidang-sidang komisi, serta transportasi bagi peserta," jelas Gus Ipul.
Dalam kesempatan yang sama, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar mengingatkan seluruh jajaran pengurus PBNU masa khidmah 2021–2026 untuk tetap menjaga niat pengabdian hingga berakhirnya masa kepengurusan.
Ia menyebut proses penentuan lokasi Muktamar dilakukan melalui mekanisme yang matang, termasuk dengan menerjunkan tim survei ke sejumlah pesantren calon tuan rumah di berbagai daerah.
Baca Juga: Bahrul Ulum Siapkan Infrastruktur Muktamar ke-35 NU, Target Layani 6.000 Muktamirin
Sebelumnya, PBNU mengirimkan Tim Survei Lokasi Muktamar Ke-35 NU ke sembilan pesantren yang tersebar di lima provinsi, yakni Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sumatera Barat pada 4–5 Juli 2026. Hasil survei tersebut kemudian menjadi salah satu dasar dalam penetapan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas sebagai tuan rumah Muktamar Ke-35 NU.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 10Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik









