Timwas Haji DPR Minta Layanan Kesehatan Mental Jemaah Lansia Diperkuat

AKURAT.CO Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI menyoroti meningkatnya risiko gangguan kognitif dan demensia pada jemaah haji lanjut usia (lansia) selama penyelenggaraan ibadah haji 2026.
Pemerintah diminta memperkuat layanan kesehatan mental guna mengantisipasi berbagai persoalan psikologis yang rentan dialami kelompok usia lanjut di Tanah Suci.
Anggota Timwas Haji DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, mengatakan bahwa mayoritas jemaah haji Indonesia berasal dari kelompok lansia yang memiliki berbagai penyakit penyerta.
Kondisi tersebut dinilai meningkatkan risiko gangguan mental, disorientasi, hingga demensia, terutama saat memasuki fase puncak ibadah haji yang menuntut kesiapan fisik dan mental tinggi.
Baca Juga: Idul Adha di Tengah Derita Gaza: Ribuan Warga Gagal Berhaji dan Tak Mampu Berkurban
“Kasus demensia yang banyak menimpa jemaah harus mendapat perhatian dari pemerintah dengan memastikan dokter spesialis kejiwaan dan psikolog dapat dipenuhi secara proporsional,” kata Netty di Makkah, Rabu (27/5/2026).
Menurutnya, selama ini layanan kesehatan haji lebih banyak berfokus pada penanganan gangguan fisik. Padahal, tekanan cuaca ekstrem, kepadatan jutaan jemaah, perubahan lingkungan, kelelahan, serta aktivitas ibadah yang padat dapat memicu gangguan psikologis, khususnya bagi jemaah lansia.
Netty menilai aspek kesehatan mental perlu menjadi bagian penting dalam sistem pelayanan kesehatan haji. Upaya tersebut diperlukan agar jemaah yang mengalami gangguan kognitif maupun psikologis dapat memperoleh penanganan yang cepat dan tepat sebelum kondisi mereka semakin memburuk.
Selain tenaga kesehatan jiwa, Timwas Haji DPR juga menerima berbagai masukan dari tenaga medis yang bertugas di lapangan terkait kebutuhan dokter spesialis lainnya.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah perlunya perluasan kewenangan dokter spesialis ortopedi dalam menangani kasus tertentu di klinik kesehatan haji.
“Kami mendapat masukan dari tenaga kesehatan dan tenaga medis agar kewenangan dokter spesialis ortopedi dapat diperluas sehingga kasus-kasus yang dapat ditangani di klinik tidak perlu dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi,” ujarnya.
Menurut Netty, keberadaan dokter spesialis ortopedi, dokter gigi, dan dokter spesialis mata perlu diperkuat agar pelayanan kesehatan bagi jemaah dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.
Baca Juga: Cak Imin Ajak Jemaah Haji Doakan Presiden dan Pemimpin Bangsa di Arafah
Dengan demikian, kebutuhan rujukan ke rumah sakit setempat dapat diminimalkan sehingga jemaah tidak kehilangan banyak waktu dalam menjalankan rangkaian ibadah.
Timwas DPR berharap evaluasi terhadap pelayanan kesehatan haji tahun ini dapat menjadi dasar perbaikan penyelenggaraan haji pada masa mendatang.
Penguatan layanan kesehatan fisik dan mental dinilai menjadi kebutuhan mendesak mengingat profil jemaah Indonesia yang didominasi kelompok usia lanjut.
Dengan dukungan tenaga medis yang lebih lengkap dan sistem pelayanan yang responsif, pemerintah diharapkan mampu memberikan perlindungan kesehatan yang optimal bagi seluruh jemaah, khususnya lansia yang menjadi kelompok paling rentan selama pelaksanaan ibadah haji.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 4Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 7Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang








