Cara Pembagian Daging Kurban yang Benar Menurut Islam, Cek Aturan Proporsinya!

AKURAT.CO Merayakan Hari Raya Iduladha tidak bisa dilepaskan dari ibadah penyembelihan dan pendistribusian hewan kurban kepada masyarakat.
Agar esensi ibadah ini bernilai pahala dan membawa keberkahan, proses distribusinya harus dilakukan sesuai dengan tuntunan syariat Islam.
Simak panduan lengkap mengenai cara pembagian daging kurban yang benar beserta golongan yang berhak menerimanya agar Anda tidak salah langkah dalam mengelolanya.
Aturan Proporsi Pembagian Daging Kurban Menurut Syariat
Dalam hukum fikih Islam, pembagian daging kurban yang paling utama didasarkan pada pembagian menjadi tiga bagian yang sama rata.
Aturan ini berlaku umum untuk kurban sunah (tatatwwu), di mana sahibul kurban (orang yang berkurban) diperbolehkan ikut mencicipi hasilnya.
Pembagian secara proporsional ini bertujuan agar manfaat dari hewan kurban dapat dirasakan secara luas oleh berbagai lapisan masyarakat.
Distribusi yang merata dan tepat sasaran juga menjadi cerminan dari kepedulian sosial yang dijunjung tinggi dalam ajaran Islam.
Alokasikan Jatah Sahibul Kurban
Pisahkan terlebih dahulu bagian untuk orang yang berkurban beserta keluarganya. Sahibul kurban berhak menerima maksimal 1/3 bagian dari total bersih daging hewan yang dikurbankan.
Sisihkan Bagian Sahabat dan Kerabat
Ambil 1/3 bagian berikutnya untuk dibagikan kepada kerabat, teman dekat, dan tetangga sekitar tempat tinggal, meskipun mereka berada dalam kondisi ekonomi yang berkecukupan.
Prioritaskan Jatah Fakir Miskin
Alokasikan 1/3 bagian terakhir khusus untuk kaum fakir, miskin, dan duafa. Bagian ini merupakan prioritas utama yang tidak boleh dikurangi demi membantu memenuhi kebutuhan pangan mereka.
Lakukan Penimbangan dan Pengemasan
Timbang daging secara adil (biasanya berkisar antara 1 hingga 2 kilogram per kantong). Campurkan daging dengan proporsi tulang atau jeroan yang seimbang di setiap kemasannya.
Distribusikan Secara Tertib
Bagikan kantong daging kepada para penerima yang telah terdata. Gunakan sistem antrean yang rapi atau antarkan langsung ke rumah warga untuk menghindari kerumunan yang berdesakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T







