7 Cara Islami Agar Ngabuburit Asyik Tapi Tetap Dapat Pahala

AKURAT.CO Ngabuburit menjadi tradisi khas masyarakat Indonesia saat Ramadan. Menunggu waktu berbuka puasa sering diisi dengan berbagai aktivitas, mulai dari berjalan-jalan sore hingga berkumpul bersama teman.
Namun, agar waktu menjelang magrib tidak berlalu sia-sia, ngabuburit dapat diisi dengan kegiatan yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga bernilai ibadah.
Dalam Islam, setiap waktu memiliki nilai jika diisi dengan kebaikan. Allah SWT berfirman:
وَالْعَصْرِ ۙ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ ۙ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ
“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh.” (QS. Al-‘Ashr: 1-3)
Berikut tujuh cara Islami agar ngabuburit tetap asyik sekaligus berpahala.
Membaca dan Tadabbur Al-Qur’an
Mengisi waktu dengan tilawah merupakan pilihan utama. Selain menambah pahala, membaca Al-Qur’an menjelang berbuka membantu menenangkan hati dan menjaga lisan dari hal sia-sia. Ramadan dikenal sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an, sehingga tilawah menjadi amalan yang sangat dianjurkan.Mengikuti Kajian atau Kultum Ringan
Ngabuburit dapat diisi dengan mengikuti kajian singkat di masjid atau melalui siaran daring. Materi seputar akhlak, fikih puasa, atau tafsir ayat-ayat Ramadan akan memperkaya pemahaman agama sekaligus memperkuat kualitas ibadah.Berbagi Takjil
Menyiapkan dan membagikan makanan berbuka kepada orang lain menjadi amalan yang besar pahalanya. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ
“Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala seperti orang yang berpuasa tersebut.” (HR. Tirmidzi)
Kegiatan ini bisa dilakukan bersama teman atau keluarga agar lebih menyenangkan.
Zikir dan Doa Sore
Waktu menjelang magrib termasuk momen mustajab untuk berdoa. Memperbanyak istigfar, tasbih, tahmid, dan doa menjelang berbuka dapat menambah keberkahan puasa. Selain itu, doa orang berpuasa termasuk yang tidak tertolak.Olahraga Ringan
Berjalan santai atau bersepeda ringan menjelang berbuka dapat menjaga kebugaran tubuh. Selama dilakukan secukupnya dan tidak melalaikan ibadah, aktivitas ini termasuk bagian dari menjaga kesehatan yang juga dianjurkan dalam Islam.Silaturahmi dan Menguatkan Ukhuwah
Ngabuburit bersama keluarga atau sahabat dengan obrolan yang positif dapat mempererat hubungan. Hindari ghibah dan candaan berlebihan. Rasulullah SAW mengingatkan pentingnya menjaga lisan agar puasa tidak kehilangan nilai.I’tikaf Menunggu Magrib
Datang lebih awal ke masjid untuk membaca Al-Qur’an, berzikir, atau sekadar duduk menunggu azan termasuk bentuk i’tikaf. Aktivitas ini menjadikan waktu ngabuburit terasa lebih tenang dan penuh makna.
Ngabuburit sejatinya bukan sekadar menunggu waktu berbuka, tetapi kesempatan memperbanyak amal di penghujung hari puasa.
Dengan memilih aktivitas yang tepat, suasana tetap santai dan menyenangkan tanpa kehilangan nilai pahala.
Ramadan pun dapat dijalani dengan lebih produktif, menghadirkan kebahagiaan sekaligus keberkahan. Wallahu A'lam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






