Jadwal Tayang One Piece Bentrok dengan Jadwal Sekolah, Ini Tuntunan Islam

AKURAT.CO Fenomena menarik di kalangan pelajar masa kini adalah kecintaan mereka terhadap anime, terutama One Piece. Serial yang sudah menemani penontonnya selama lebih dari dua dekade ini bukan sekadar hiburan, melainkan sudah menjadi bagian dari gaya hidup remaja dan mahasiswa.
Namun, ketika jadwal tayang One Piece — seperti episode 1146 yang ditunda hingga 19 Oktober 2025 — kembali hadir pada waktu-waktu sibuk, banyak pelajar dihadapkan pada dilema: menonton dulu atau belajar dulu?
Dari sudut pandang Islam, pertanyaan sederhana ini justru menyentuh prinsip mendalam tentang manajemen waktu, tanggung jawab, dan etika penggunaan waktu luang. Islam tidak menolak hiburan, tetapi menempatkannya dalam kerangka moral dan prioritas amal.
Pertama, Islam mengajarkan bahwa waktu adalah amanah yang sangat berharga. Allah SWT berfirman dalam surat Al-‘Ashr:
وَالْعَصْرِ، إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ، إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ، وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ، وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.” (QS. Al-‘Ashr [103]: 1–3)
Ayat ini menegaskan bahwa waktu yang dihabiskan tanpa nilai ibadah, ilmu, atau kebaikan akan membuat manusia merugi. Maka, ketika jadwal tayang anime berbenturan dengan waktu sekolah atau kuliah, pilihan paling bijak bagi seorang Muslim adalah mendahulukan kewajiban menuntut ilmu.
Baca Juga: Hukum Bersedekah Uang dari Link Saldo DANA Gratis dalam Islam
Kedua, Islam memberikan panduan jelas tentang keseimbangan antara hiburan dan tanggung jawab. Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ لِرَبِّكَ عَلَيْكَ حَقًّا، وَلِنَفْسِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، وَلِأَهْلِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، فَأَعْطِ كُلَّ ذِي حَقٍّ حَقَّهُ
“Sesungguhnya Tuhanmu memiliki hak atasmu, dirimu memiliki hak atasmu, dan keluargamu memiliki hak atasmu. Maka berikanlah kepada setiap yang berhak, haknya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menegaskan pentingnya proporsionalitas dalam hidup. Hiburan seperti menonton anime bisa menjadi hak jiwa untuk istirahat dan rekreasi, tetapi tidak boleh melampaui batas hingga mengganggu hak lain seperti belajar, beribadah, atau berbakti kepada orang tua.
Ketiga, dalam konteks pendidikan Islam, menuntut ilmu termasuk ibadah yang bernilai tinggi. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)
Dengan demikian, menunda tontonan demi belajar bukanlah kehilangan hiburan, melainkan investasi spiritual. Anime bisa ditonton ulang, tetapi waktu belajar yang terlewatkan tidak bisa diulang dalam kondisi yang sama.
Keempat, Islam juga mengajarkan prinsip moderasi dalam menikmati hiburan. Dalam QS. Al-Furqan ayat 67, Allah menggambarkan ciri hamba-Nya yang beriman:
وَالَّذِينَ إِذَا أَنفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ قَوَامًا
“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan dan tidak pula kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.” (QS. Al-Furqan [25]: 67)
Prinsip ini juga berlaku dalam penggunaan waktu. Menonton anime boleh saja, tetapi dengan porsi yang seimbang. Jangan sampai waktu produktif tersedot hanya untuk hiburan digital, apalagi hingga menunda ibadah atau mengganggu konsentrasi akademik.
Selain itu, dari perspektif pendidikan karakter Islam, penting bagi pelajar untuk menanamkan niat dalam setiap aktivitas. Jika seseorang menonton anime dengan niat mengambil nilai moral seperti keberanian, kerja sama, atau kejujuran — sebagaimana sering ditampilkan dalam kisah Luffy dan kru Topi Jerami — maka aktivitas itu bisa bernilai positif selama tidak mengabaikan kewajiban utama.
Baca Juga: Cara Memanfaatkan Link Saldo DANA Gratis untuk Mendapatkan Rezeki yang Halal dan Berkah
Kesimpulannya, Islam tidak melarang menonton One Piece atau hiburan lain, selama tidak mengganggu kewajiban yang lebih utama. Ketika jadwal tayang bentrok dengan waktu sekolah, seorang Muslim diajak untuk berpikir proporsional: ilmu lebih utama daripada hiburan, kewajiban lebih mulia daripada kesenangan sesaat. Waktu adalah karunia yang tidak bisa diputar ulang, dan mereka yang pandai mengelolanya akan menemukan keberkahan dalam setiap detiknya.
Maka, solusi terbaik bukanlah meninggalkan hiburan sepenuhnya, tetapi menempatkannya pada waktu yang tepat. Nikmatilah One Piece setelah menyelesaikan tugas belajar. Sebab dalam Islam, keseimbangan antara akal, ruh, dan hiburan adalah tanda kedewasaan spiritual yang sejati.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








