Akurat

Mengenal Para Ekonom Terkemuka di Era Keemasan Islam

Fajar Rizky Ramadhan | 22 September 2025, 09:30 WIB
Mengenal Para Ekonom Terkemuka di Era Keemasan Islam

AKURAT.CO Peradaban Islam memberikan kontribusi besar dalam perkembangan ilmu ekonomi. Seperti dijelaskan dalam buku Pengantar Ekonomi Islam (2021), fondasi ekonomi Islam telah diletakkan sejak masa Nabi Muhammad SAW di Madinah, lalu dilanjutkan oleh para khalifah seperti Abu Bakar As-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, hingga Ali bin Abi Thalib.

Pada masa pemerintahan Bani Abbasiyah, muncul sosok Abu Yusuf yang dikenal sebagai hakim agung pada era Khalifah Harun ar-Rasyid (786–809 M). Ia menyusun kitab Al-Kharaj yang berisi nasihat kepada pemerintah terkait pengelolaan fiskal negara. Kitab ini dianggap sebagai karya pertama yang membahas keuangan publik Islam secara komprehensif.

Selain Abu Yusuf, sejumlah ulama juga menulis karya serupa, seperti Yahya bin Adam (757–818 M) dan Qudama ibn Ja’far al-Katib (864–932 M). Namun, kitab Abu Yusuf dinilai lebih berpengaruh dalam perkembangan sistem ekonomi Islam.

Baca Juga: 5 Hal yang Sebaiknya Dijauhi saat Terjadi Fenomena Gerhana Matahari Menurut Islam

Tokoh lain yang berperan penting adalah al-Mawardi, seorang hakim agung pada masa al-Qoim bi Amrillah (1031–1075 M). Ia menulis kitab al-Ahkam as-Sulthoniyah yang membahas tata kelola pemerintahan, termasuk sistem pendapatan dan pengeluaran negara, serta institusi hisbah yang bertugas mengawasi pasar dan praktik muamalah.

Kontribusi signifikan juga diberikan oleh al-Syaibani (750–804 M) melalui karyanya Kitab al-Iktisab. Ia mengulas aspek mikroekonomi, seperti konsumsi, produksi, distribusi, serta empat sumber utama penghasilan yaitu jasa sewa, industri, pertanian, dan perdagangan.

Abu Ubaid (wafat 224 H/838 M) turut memperkaya khazanah ekonomi Islam dengan kitab Al-Amwal yang membahas aspek mikro dan makro secara bersamaan. Dalam karyanya, ia menjelaskan sumber harta, sistem pajak, pandangan ulama terdahulu, serta melengkapinya dengan sanad hadis dan dokumen resmi dari para khalifah.

Pemikiran para ulama empat mazhab juga memberi pengaruh besar terhadap ekonomi Islam. Abu Yusuf, sebagai murid Imam Hanafi, banyak mengikuti mazhab gurunya, sementara al-Mawardi dikenal bermazhab Syafii sehingga karyanya banyak merujuk pada pandangan Imam Syafii.

Baca Juga: 5 Hal yang Sebaiknya Dijauhi saat Terjadi Fenomena Gerhana Matahari Menurut Islam

Sejarah ini menunjukkan bahwa ekonomi Islam bukan hanya berkembang secara praktis dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga ditopang dengan literatur akademik yang mendalam.

Karya-karya ulama pada era keemasan Islam menjadi fondasi yang terus relevan hingga kini, sekaligus bukti bahwa peradaban Islam memiliki peran besar dalam membangun ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang ekonomi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.