Akurat

Doa dan Amalan Mempersiapkan Seleksi CPNS 2025

Fajar Rizky Ramadhan | 28 Juli 2025, 11:00 WIB
Doa dan Amalan Mempersiapkan Seleksi CPNS 2025

AKURAT.CO Setiap tahun, seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menjadi momen yang dinantikan oleh jutaan warga negara Indonesia.

Mereka yang mendaftar datang dari berbagai latar belakang, pendidikan, dan daerah, membawa satu harapan besar: menjadi bagian dari aparatur negara dan mengabdi kepada tanah air melalui jalur birokrasi.

Tahun 2025 pun tidak berbeda. Meski hingga kini belum ada kepastian mengenai pembukaan seleksi CPNS, semangat para calon peserta sudah mulai tumbuh.

Di tengah usaha dan ikhtiar duniawi, tak sedikit yang menempuh jalur spiritual sebagai bagian dari persiapan mereka, baik dalam bentuk doa, dzikir, maupun amalan-amalan tertentu.

Doa dan amalan bukanlah pengganti usaha, melainkan pelengkap yang meneguhkan hati. Dalam Islam, mencari pekerjaan termasuk dalam bentuk ikhtiar untuk menjemput rezeki yang halal.

Oleh sebab itu, pendekatan spiritual menjadi langkah bijak untuk menjaga motivasi, memperkuat niat, dan menenangkan hati di tengah kompetisi yang ketat.

Artikel ini akan mengulas beberapa doa dan amalan yang dapat dilakukan oleh para calon peserta seleksi CPNS 2025 sebagai bagian dari ikhtiar holistik yang menyeluruh.

Pertama, memperbaiki niat adalah landasan utama. Niat yang benar dalam mengikuti seleksi CPNS bukan hanya untuk mendapatkan gaji atau status sosial, melainkan untuk berkontribusi terhadap kemajuan negara dan melayani masyarakat.

Baca Juga: Kalender Jawa 28 Juli: Hari Ini Senin Legi, Begini Watak dan Penanggalan Jawa

Dalam sebuah hadis yang sangat terkenal, Rasulullah SAW bersabda, “Innamal a‘maalu binniyyaat”—segala amal tergantung pada niatnya. Maka penting bagi calon peserta untuk menata hati sejak awal dan memurnikan tujuan mengikuti seleksi.

Kedua, memperbanyak istighfar. Membaca istighfar, atau memohon ampun kepada Allah, adalah bentuk pembersihan batin dan pembuka jalan rezeki.

Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, "Maka aku katakan kepada mereka, 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.’” (QS. Nuh: 10–12).

Membaca istighfar seratus kali setiap pagi dan sore merupakan amalan ringan namun besar manfaatnya dalam melapangkan jalan dan membuka keberkahan usaha.

Ketiga, membiasakan membaca doa memohon kelancaran urusan. Salah satu doa yang sering diamalkan oleh para pencari kerja atau orang yang sedang berjuang dalam proses seleksi adalah doa Nabi Musa ketika beliau hendak menghadapi tugas dakwah yang berat. Doa tersebut tercantum dalam QS. Thaha ayat 25–28:

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي. وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي. وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّن لِّسَانِي. يَفْقَهُوا قَوْلِي

“Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku agar mereka mengerti perkataanku.”

Doa ini bisa dibaca setiap selesai salat fardhu dan ketika menjelang mengikuti ujian atau tes seleksi. Kandungan maknanya sangat relevan: meminta agar diberi ketenangan, kemudahan, dan kefasihan dalam menjawab soal maupun wawancara.

Keempat, memperbanyak membaca surat Al-Waqi‘ah. Dalam tradisi ulama, surat ini dikenal sebagai “surat kekayaan” karena kandungan isinya yang menegaskan pembagian rezeki oleh Allah kepada hamba-hamba-Nya.

Membacanya secara rutin, misalnya setiap malam setelah salat Isya, menjadi bentuk keteguhan spiritual dalam meyakini bahwa rezeki sudah ditetapkan, namun tetap perlu dijemput dengan usaha dan doa.

Kelima, menjaga salat lima waktu dan memperbanyak salat sunnah, terutama salat dhuha dan salat tahajud. Salat dhuha disebut sebagai salat yang membuka pintu rezeki, sementara tahajud adalah waktu terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah dalam kesunyian malam.

Dalam sebuah hadis Qudsi, Allah berfirman, “Barang siapa yang mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku akan mendekat kepadanya sehasta.” Ini menunjukkan betapa besarnya balasan bagi orang yang menyengaja bangun malam untuk bermunajat.

Keenam, bersedekah. Sedekah bukan hanya bentuk kasih sayang terhadap sesama, tetapi juga sarana meluaskan rezeki. Rasulullah SAW bersabda, “Sedekah tidak mengurangi harta.” Dalam konteks persiapan CPNS, sedekah bisa menjadi bentuk rasa syukur atas kesempatan belajar dan hidup, serta cara mengalirkan energi positif kepada orang lain.

Ketujuh, memperbanyak membaca shalawat. Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW dapat mendatangkan pertolongan dan membuka berbagai kemudahan. Shalawat juga menjernihkan hati dan memperkuat rasa tawakal. Satu bentuk shalawat yang bisa diamalkan misalnya adalah:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Dibaca sebanyak-banyaknya, terutama di waktu luang atau menjelang tidur.

Baca Juga: KPK: CPNS Harus Jadi Fondasi Indonesia Emas 2045 yang Bebas Korupsi

Terakhir, menjaga adab dan akhlak baik kepada orang tua, guru, serta sesama. Restu orang tua adalah kunci keberhasilan, dan doa dari guru atau pembimbing bisa menjadi penyemangat luar biasa.

Banyak kisah keberhasilan dalam ujian CPNS yang diawali dari sikap hormat dan bakti kepada orang tua. Bahkan dalam banyak kisah, keberhasilan justru datang dari doa orang-orang yang merasa terbantu oleh kebaikan kita.

Dengan menggabungkan usaha lahiriah seperti belajar, latihan soal, dan mempersiapkan administrasi, serta ikhtiar batin berupa doa dan amalan-amalan di atas, maka jalan menuju seleksi CPNS 2025 dapat ditempuh dengan penuh keyakinan dan kelapangan hati. Apapun hasilnya, usaha dan doa akan menjadi bekal kehidupan yang tidak pernah sia-sia.

Sebab pada akhirnya, bukan hasil semata yang menentukan masa depan, melainkan ketekunan dalam menjemput takdir dan keikhlasan dalam menjalaninya. Semoga mereka yang tengah bersiap menghadapi seleksi CPNS diberi kekuatan, kelancaran, dan keberkahan dalam setiap langkah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.