Begini Maksud Mimpi Punya Rumah Baru Menurut Hadis Nabi Muhammad SAW

AKURAT.CO Setiap kali seseorang bermimpi, terutama mimpi yang terasa nyata dan membekas dalam ingatan, sering kali muncul pertanyaan: adakah arti khusus di balik mimpi itu?
Salah satu mimpi yang cukup sering dialami adalah mimpi punya rumah baru. Apakah ini sekadar bunga tidur atau justru pesan simbolik dari Allah?
Dalam ajaran Islam, mimpi memiliki kedudukan tersendiri, bahkan dalam beberapa riwayat dikatakan bisa menjadi bagian dari wahyu atau kabar dari langit.
Maka, memahami maksud mimpi memiliki rumah baru menurut hadis Nabi Muhammad saw. menjadi penting agar tidak terjebak pada spekulasi atau takwil yang menyesatkan.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah saw. bersabda:
الرُّؤْيَا ثَلاَثَةٌ: فَرُؤْيَا الصَّالِحَةِ بُشْرَى مِنَ اللَّهِ، وَرُؤْيَا تَحْزِينٌ مِنَ الشَّيْطَانِ، وَرُؤْيَا مِمَّا يُحَدِّثُ الْمَرْءُ نَفْسَهُ
Artinya: “Mimpi itu ada tiga macam: mimpi yang baik sebagai kabar gembira dari Allah, mimpi yang menakutkan dari setan, dan mimpi yang muncul dari bisikan hati seseorang.” (HR. Muslim)
Hadis ini memberi kerangka dasar dalam memahami mimpi. Tidak semua mimpi berasal dari sumber yang sama. Ada mimpi yang datang sebagai anugerah dari Allah berupa kabar gembira atau isyarat kebaikan, dan ada pula mimpi yang tidak berarti apa-apa selain cerminan isi hati, harapan, dan ketakutan yang terbawa hingga tidur.
Baca Juga: Mimpi Punya Rumah Baru Menurut Islam Artinya Apa?
Maka jika seseorang bermimpi memiliki rumah baru dan bangun tidur dalam keadaan tenang serta bahagia, besar kemungkinan mimpi itu termasuk dalam kategori ru’yā ṣāliḥah, mimpi yang baik.
Dalam literatur Islam, rumah sering kali ditafsirkan sebagai simbol kehidupan, kepribadian, dan perlindungan. Rumah baru bisa menggambarkan awal kehidupan yang baru, datangnya rezeki, perubahan status sosial, atau bahkan pertumbuhan spiritual seseorang.
Dalam kitab-kitab tafsir mimpi klasik seperti karya Ibnu Sirin, rumah memiliki berbagai arti tergantung konteksnya. Misalnya, jika seseorang melihat dirinya membangun rumah, itu bisa berarti ia sedang memperbaiki dirinya, membangun amal, atau mendapat peluang baru yang positif.
Ada satu hadis lagi yang memberikan petunjuk menarik terkait hubungan antara rumah dan amal. Nabi Muhammad saw. bersabda:
مَن بَنَى لِلَّهِ مَسْجِدًا بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ
Artinya: “Barang siapa membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangun baginya rumah di surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini memang berbicara tentang membangun masjid secara nyata, tetapi secara simbolik dapat dimaknai bahwa amal kebaikan kita di dunia akan dibalas oleh Allah dengan rumah mulia di akhirat.
Maka ketika seseorang bermimpi memiliki rumah baru yang megah dan indah, bisa jadi itu adalah gambaran tentang amal yang mulai membentuk “rumah” bagi dirinya di akhirat nanti. Jika rumah itu terang dan menenangkan, bisa jadi itu kabar gembira dari Allah atas amal yang sedang diterima.
Menariknya, dalam hadis lain, Rasulullah juga mengaitkan mimpi dengan tingkat kejujuran seseorang. Beliau bersabda:
أَصْدَقُكُمْ رُؤْيَا أَصْدَقُكُمْ حَدِيثًا
Artinya: “Orang yang paling jujur di antara kalian adalah yang paling benar mimpinya.” (HR. Muslim)
Mimpi punya rumah baru yang datang pada seseorang yang dikenal saleh dan jujur lebih layak dianggap sebagai mimpi yang mengandung makna, daripada mimpi yang datang dari orang yang suka berdusta atau tidak menjaga hubungan dengan Allah. Kejujuran dan ketakwaan adalah syarat agar mimpi bisa menjadi isyarat dari Allah, bukan sekadar ilusi malam.
Selain itu, rumah dalam mimpi juga bisa ditafsirkan sebagai perlambang dari hati dan spiritualitas. Rumah yang luas, bersih, dan terang bisa menjadi tanda bahwa hati seseorang sedang lapang dan penuh cahaya iman. Sebaliknya, rumah yang gelap atau sempit bisa mencerminkan kekacauan batin.
Maka, mimpi memiliki rumah baru yang luas dan indah bisa menjadi ajakan dari Allah agar seseorang lebih memperhatikan kondisi hatinya dan memperbaiki kualitas ibadah serta hubungannya dengan Sang Pencipta.
Nabi Muhammad saw. juga memberikan arahan praktis dalam menyikapi mimpi. Jika mimpi itu baik, beliau menyarankan untuk menceritakannya kepada orang yang dipercaya dan bersyukur kepada Allah. Beliau bersabda:
إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ الرُّؤْيَا يُحِبُّهَا، فَإِنَّهَا مِنَ اللَّهِ، فَلْيَحْمَدِ اللَّهَ عَلَيْهَا وَلْيُحَدِّثْ بِهَا
Artinya: “Jika salah seorang dari kalian melihat mimpi yang baik, maka itu dari Allah. Hendaknya ia memuji Allah dan menceritakannya.” (HR. Bukhari)
Mimpi punya rumah baru tentu termasuk kategori mimpi yang baik jika menimbulkan rasa senang dan harapan. Maka sikap terbaik adalah bersyukur, mengambil pelajaran, dan menjadikannya motivasi untuk berubah ke arah yang lebih baik.
Tapi penting juga untuk tidak menaruh harapan berlebihan atau terlalu bergantung pada mimpi. Islam menempatkan mimpi sebagai bagian dari pengalaman batin, bukan sebagai sumber hukum atau keputusan mutlak.
Baca Juga: 5 Cara agar Anak Sukses dalam Pendidikan dalam Perspektif Islam
Rasulullah juga mengingatkan bahwa mimpi bisa menjadi salah satu bentuk kabar kenabian yang tersisa setelah beliau wafat. Dalam sabdanya:
لَمْ يَبْقَ مِنَ النُّبُوَّةِ إِلَّا الْمُبَشِّرَاتُ، قَالُوا: وَمَا الْمُبَشِّرَاتُ؟ قَالَ: الرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ
Artinya: “Tidak ada lagi kenabian setelahku kecuali al-mubassyrāt (kabar gembira).” Para sahabat bertanya, “Apa itu al-mubassyrāt?” Beliau menjawab, “Mimpi yang baik.” (HR. Bukhari)
Dari sini dapat disimpulkan bahwa mimpi baik, termasuk mimpi punya rumah baru, bisa menjadi bentuk kabar gembira dari Allah. Namun ia tetap harus diposisikan secara proporsional: bukan sebagai peta utama dalam hidup, tapi sebagai isyarat agar seseorang tetap berada di jalan yang lurus dan optimis menyongsong masa depan.
Mimpi bukanlah perintah, tapi petunjuk. Ia tidak menggantikan akal sehat, syariat, dan realitas. Namun, mimpi bisa membuka kesadaran batin bahwa hidup ini sedang bergerak, dan setiap perubahan – termasuk punya rumah baru – bisa dimulai dari dalam jiwa.
Maka jika engkau bermimpi memiliki rumah baru, anggaplah itu ajakan untuk berbenah. Mungkin Allah sedang menyuruhmu membangun rumah iman yang lebih kokoh, rumah amal yang lebih luas, atau rumah hati yang lebih bersih dari dengki dan riya.
Akhirnya, seperti rumah yang kita idam-idamkan di dunia, rumah sejati yang kekal adanya adalah rumah di akhirat. Maka, jadikan mimpi sebagai alarm untuk bangun – bukan hanya dari tidur – tetapi bangun dari kelalaian.
Siapa tahu rumah baru dalam mimpi itu adalah petunjuk bahwa saatnya engkau memperbarui hidupmu. Dengan niat yang tulus dan amal yang ikhlas, semoga rumah yang baru itu benar-benar Allah bangunkan untukmu, baik di dunia, maupun di surga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









