Niat Puasa Dzulhijjah Jelang Idul Adha Boleh Dilakukan di Siang Hari, Begini Dalilnya

AKURAT.CO Menjelang Idul Adha, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh, salah satunya dengan melaksanakan puasa sunnah di hari-hari awal bulan Dzulhijjah.
Puasa ini sangat dianjurkan karena termasuk dalam “amal paling dicintai Allah” pada sepuluh hari pertama bulan tersebut.
Meski bersifat sunnah, banyak pertanyaan muncul seputar teknis pelaksanaannya, terutama tentang waktu niat: apakah boleh berniat puasa Dzulhijjah di siang hari?
Jawabannya adalah: boleh. Dan hal ini memiliki dasar yang kuat dalam tradisi fikih.
Niat Puasa Sunnah Bisa Dilakukan di Siang Hari
Berbeda dengan puasa wajib seperti Ramadan yang harus diniatkan sebelum fajar, puasa sunnah memberikan kelonggaran dalam hal niat.
Seorang Muslim boleh berniat puasa sunnah di siang hari, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar (seperti makan, minum, atau berhubungan suami istri).
Dalil yang paling sering dijadikan acuan adalah hadis dari Aisyah RA:
"Pada suatu hari, Nabi SAW masuk menemuiku, lalu beliau bertanya: 'Apakah kamu memiliki makanan?' Aku menjawab, 'Tidak.' Maka beliau bersabda, 'Kalau begitu aku akan berpuasa.'" (HR. Muslim).
Baca Juga: Niat Puasa Dzulhijjah Idul Adha: Panduan Ibadah yang Sarat Makna
Hadis ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW memulai puasa sunnah meskipun sebelumnya tidak ada niat khusus pada malam harinya. Hal ini menunjukkan kelonggaran dan fleksibilitas dalam puasa sunnah.
Syaratnya: Belum Melakukan Pembatal Puasa
Meski diperbolehkan niat di siang hari, ada syarat yang harus diperhatikan, yaitu sejak terbit fajar hingga saat niat dibuat, orang tersebut belum makan, minum, atau melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Misalnya, seseorang bangun pagi, tidak sarapan, dan baru ingat untuk berpuasa pada pukul 10 pagi. Jika sejak subuh ia belum melakukan pembatal puasa, maka ia boleh berniat saat itu juga dan puasanya tetap sah sebagai puasa sunnah.
Contoh Niat Puasa Dzulhijjah
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِي الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta’ala
Aku niat puasa bulan Dzulhijjah sunnah karena Allah Ta’ala.
Puasa sunnah Dzulhijjah menjelang Idul Adha adalah ibadah yang sangat dianjurkan, dan syariat memberikan kemudahan dalam niatnya.
Tidak perlu khawatir jika lupa berniat pada malam hari, sebab selama belum makan atau melakukan pembatal puasa sejak fajar, seseorang masih bisa berniat di siang hari dan mendapat pahala penuh, insya Allah.
Baca Juga: Khutbah Jumat Bulan Dzulhijjah: Idul Adha dan Pendidikan Karakter
Kemudahan ini menunjukkan bahwa Islam bukan agama yang mempersulit, melainkan memberi ruang luas bagi umatnya untuk terus beramal meski dalam keterbatasan waktu atau kesiapan mental.
Maka jangan ragu untuk mulai berpuasa meski baru teringat di pertengahan hari—selama syaratnya terpenuhi, itu tetap sah dan berpahala.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat









