Niat Puasa Sunnah Bulan Dzulhijjah, Bolehkah dengan Bahasa Indonesia?

AKURAT.CO Bulan Dzulhijjah adalah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan dalam Islam. Di dalamnya terdapat banyak keutamaan dan peluang ibadah yang sangat dianjurkan, termasuk puasa sunnah pada sembilan hari pertamanya.
Umat Islam di berbagai belahan dunia memanfaatkan momen ini untuk memperbanyak ibadah, di antaranya dengan berpuasa sunnah sebagai bentuk ketaatan dan pendekatan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Salah satu pertanyaan yang sering muncul di tengah masyarakat adalah tentang niat puasa sunnah: apakah boleh diucapkan dalam bahasa Indonesia? Hal ini penting karena banyak kaum muslimin yang ingin beribadah dengan benar, namun terkadang belum menguasai bahasa Arab.
Dalam fiqih, para ulama sepakat bahwa niat merupakan amalan hati. Artinya, niat bukan terletak pada ucapan lisan, melainkan pada tekad dan kesengajaan dalam hati untuk melakukan suatu ibadah karena Allah.
Baca Juga: Niat Puasa Sunnah Bulan Dzulhijjah dalam Bahasa Arab dan Artinya
Maka, jika seseorang di dalam hatinya telah berniat untuk berpuasa, baik puasa wajib maupun sunnah, maka puasanya sudah sah, walaupun ia tidak mengucapkannya dengan lisan.
Berangkat dari pemahaman ini, menggunakan bahasa Indonesia dalam niat puasa, terutama secara batin dalam hati, adalah sah. Sebab inti niat adalah kesadaran dan keteguhan hati dalam menjalankan ibadah.
Meskipun begitu, sebagian ulama menganjurkan pengucapan niat secara lisan untuk membantu menguatkan niat dalam hati, dan jika seseorang lebih mudah memahami niat dalam bahasa Indonesia, maka itu tidak menjadi masalah.
Contoh niat puasa sunnah Dzulhijjah dalam bahasa Indonesia adalah:
"Aku niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta‘ala."
Untuk puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, dapat berniat:
"Aku niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta‘ala."
Penting untuk diingat bahwa puasa sunnah memiliki kelonggaran dalam hal niat dibanding puasa wajib. Selama seseorang belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak fajar, maka ia boleh berniat puasa sunnah meski setelah matahari terbit, menurut sebagian pendapat ulama.
Baca Juga: Kapan Mulai Puasa Dzulhijjah 2025? Berikut Niatnya dalam Bahasa Arab dan Bahasa Indonesia
Kesimpulannya, niat puasa sunnah dalam bahasa Indonesia tetap sah selama ada tekad di dalam hati untuk berpuasa karena Allah. Bahasa bukanlah syarat mutlak sahnya niat, yang terpenting adalah keikhlasan dan kesungguhan dalam beribadah.
Maka, siapa pun yang ingin meraih keutamaan puasa di bulan Dzulhijjah, jangan ragu memulainya meskipun belum lancar bahasa Arab. Yang utama adalah hati yang sadar dan tunduk kepada perintah Allah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat









