5 Pebulutangkis Indonesia yang Berhijrah, Nomor 5 Idaman Wanita!

AKURAT.CO Hijrah bukan sekadar tren spiritual, melainkan keputusan mendalam yang diambil sejumlah atlet Indonesia, termasuk para pebulutangkis Muslim.
Tak hanya meninggalkan jejak prestasi di lapangan, mereka juga memilih jalan hidup baru yang lebih dekat dengan nilai-nilai Islam. Siapa saja mereka?
Berikut lima pebulutangkis Indonesia yang menemukan hidayah dan memutuskan untuk berhijrah:
1. Rian Agung Saputro
Mantan partner Mohammad Ahsan di sektor ganda putra ini dikenal sebagai sosok yang konsisten dalam hijrah.
Rian mulai tampil dengan celana panjang saat bertanding dan memilih tidak berjabat tangan dengan wasit wanita sebagai bentuk kepatuhan terhadap ajaran Islam.
Ia juga terbiasa minum sambil duduk saat jeda pertandingan, mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW.
2. Maria Febe Kusumastuti
Pebulutangkis tunggal putri ini memutuskan menjadi mualaf pada 2013, namun baru terbuka ke publik pada 2017. Setelah mengucap dua kalimat syahadat, Maria mengganti namanya menjadi Aisyah Febe dan mengenakan hijab dalam kesehariannya.
3. Dinar Dyah Ayustine
Pada 2018, publik dikejutkan dengan penampilan baru Dinar Dyah yang mulai berhijab. Mantan tunggal putri Indonesia ini mengubah penampilan dan memperdalam pemahaman agama Islam di luar lapangan.
Baca Juga: Raih Kemenangan di Indonesia Masters, Ahsan/Hendra Tunda Pensiun
4. Adriyanti Firdasari
Adriyanti mulai berhijrah usai pensiun dari dunia bulutangkis. Ia mengenakan kerudung dan memilih untuk lebih khusyuk menjalani kehidupan beragama. Transformasinya menjadi inspirasi banyak penggemar dan atlet muda.
5. Mohammad Ahsan
Pasangan ganda putra Hendra Setiawan ini memulai perjalanan hijrahnya setelah menunaikan ibadah umrah pada 2016. Ahsan mulai menutup auratnya dengan memakai legging saat bertanding di Kejuaraan Dunia 2017. Sejak itu, ia konsisten memperdalam agama Islam hingga masa pensiunnya awal 2025.
Langkah hijrah kelima atlet ini bukan hanya transformasi pribadi, tetapi juga bentuk dakwah dalam diam yang menyentuh banyak kalangan, terutama generasi muda pencinta olahraga.
Mereka membuktikan bahwa menjadi atlet berprestasi dan taat beragama bukanlah dua hal yang saling bertentangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









