AKURAT.CO Film Geostorm adalah sebuah kisah fiksi ilmiah yang memadukan teknologi canggih dengan bencana alam dahsyat.
Disutradarai oleh Dean Devlin, film ini mengisahkan usaha umat manusia menciptakan teknologi untuk mengendalikan cuaca demi mencegah bencana besar.
Namun, ambisi manusia yang sering kali dibarengi dengan keserakahan dan kekeliruan akhirnya membawa kehancuran yang lebih besar.
Sistem satelit bernama “Dutch Boy,” yang awalnya dirancang untuk melindungi bumi, justru menjadi senjata mematikan karena ulah manusia.
Film ini mengandung banyak hikmah yang dapat direnungkan, terutama dari perspektif Islam. Salah satu pesan utama dari Geostorm adalah pengingat akan keterbatasan manusia dan pentingnya tawakal kepada Allah dalam menghadapi tantangan kehidupan. Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman;
"Dia-lah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan." (QS. Al-Mulk: 15).
Baca Juga: Sinopsis Film Reprisal, Aksi Menegangkan dan Drama Emosional Bruce Willis dan Frank Grillo dalam Perburuan Perampok Berbahaya
Ayat ini menegaskan bahwa meskipun manusia diberikan akal untuk mengeksplorasi bumi, mereka tetap terikat pada aturan dan kehendak Allah.
Ketika manusia lupa bahwa Allah adalah Penguasa segala sesuatu, mereka berisiko menghadapi akibat dari kesombongan dan pengabaian tanggung jawab mereka terhadap alam.
Hikmah dari Keserakahan dan Ketergantungan pada Teknologi
Dalam Geostorm, konflik dimulai ketika sistem satelit yang canggih dimanipulasi untuk tujuan kekuasaan dan kepentingan politik. Hal ini mencerminkan bahaya keserakahan yang sering kali merusak harmoni dunia. Islam mengingatkan agar manusia menjauhi sifat serakah, sebagaimana Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Seandainya anak Adam memiliki dua lembah penuh emas, dia pasti ingin memiliki yang ketiga. Dan tidak ada yang dapat memenuhi perutnya kecuali tanah (kematian)." (HR. Bukhari dan Muslim).
Ketergantungan manusia pada teknologi dalam film ini juga mengajarkan pentingnya keseimbangan antara usaha dan doa.
Dalam Islam, manusia diajarkan untuk berusaha semaksimal mungkin, tetapi tetap menyerahkan hasilnya kepada Allah. Tidak ada teknologi, sehebat apa pun, yang dapat mengatasi kehendak Allah. Firman-Nya:
"Dan Dia-lah yang menurunkan hujan setelah mereka berputus asa, dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji." (QS. Asy-Syura: 28).
Pelajaran tentang Amanah terhadap Alam
Geostorm juga memberikan pelajaran tentang tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. Dalam Islam, manusia diperintahkan untuk menjaga keseimbangan alam dan tidak merusaknya. Allah berfirman:
"Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah Allah memperbaikinya." (QS. Al-A'raf: 56).
Baca Juga: Film Naik Ranjang Episode 194 Full Episode Trending, Ini 5 Prinsip Islam dalam Melihat Tontonan
Teknologi seperti satelit cuaca dapat menjadi alat yang bermanfaat jika digunakan dengan niat baik dan penuh tanggung jawab. Namun, ketika digunakan untuk kepentingan pribadi atau kekuasaan, hal itu justru menjadi sumber malapetaka.
Film Geostorm adalah pengingat bagi manusia tentang keterbatasan akal dan kekuatan mereka. Teknologi yang luar biasa pun tidak dapat mengalahkan kehendak Allah.
Dalam Islam, kisah ini dapat menjadi refleksi tentang pentingnya tawakal, menjauhi keserakahan, dan menjaga amanah sebagai khalifah di bumi.
Allah adalah Penguasa segala sesuatu, dan manusia harus senantiasa bersyukur serta bertanggung jawab atas nikmat yang telah diberikan-Nya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
"Dunia ini hijau dan manis, dan sesungguhnya Allah menjadikan kamu sebagai khalifah di dalamnya. Maka, lihatlah bagaimana kamu berbuat." (HR. Muslim).
Dari film ini, kita dapat belajar bahwa usaha manusia harus selalu disertai dengan doa, rasa syukur, dan tanggung jawab kepada Allah dan alam semesta.
Dengan begitu, manusia dapat menjalani kehidupannya dengan penuh harmoni, baik dengan sesama makhluk maupun dengan alam.