Akurat

Apa yang Dimaksud dengan Tawakal dalam Konteks Agama Islam?

Sultan Tanjung | 27 Mei 2024, 19:30 WIB
Apa yang Dimaksud dengan Tawakal dalam Konteks Agama Islam?

AKURAT.CO Tawakal dalam konteks agama Islam mengandung makna berserah diri sepenuhnya kepada Allah SWT, baik dalam usaha, pencapaian, maupun apa pun yang terjadi dalam kehidupan.

Seseorang yang tawakal akan mempercayakan hasil dari setiap usahanya kepada Allah SWT.

Tawakal sangat dianjurkan dalam Islam dan dianggap sebagai salah satu aspek penting dari iman yang kuat.

Secara lebih rinci, tawakal adalah perbuatan membebaskan diri dari segala ketergantungan kepada selain Allah dan menyerahkan keputusan atas segala sesuatunya hanya kepada-Nya.

Dalam bahasa Arab, tawakal berasal dari kata “wakala” atau “wakilah,” yang artinya menyerahkan, mempercayakan, atau mewakilkan urusan kepada orang lain. 

Dengan tawakal, seseorang melepaskan kendali atas nasibnya dan mengandalkan Allah sebagai satu-satunya penentu hasil akhir.

Ayat dalam Alquran juga menekankan pentingnya tawakal. Sebagai contoh, dalam Surat Ali Imran (3:160), Allah berfirman:

“Jika Allah menolong kamu, maka tak ada orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolongmu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal.”

Dengan tawakal, seseorang mengakui bahwa segala keputusan dan hasil akhir ada di tangan Allah, dan dia berserah diri sepenuhnya kepada-Nya. 

Berikut adalah beberapa cara untuk mengamalkan tawakal dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Bersyukur:

    Selalu bersyukur atas segala sesuatu yang kita peroleh. Ketika kita mendapat keberhasilan atau kesuksesan, kita menyadari bahwa itu merupakan izin Allah SWT. 

    Begitu juga ketika mengalami kegagalan, kita merasa ridha dan ikhlas menerima keadaan, karena kita tahu bahwa semua keputusan Allah pasti yang terbaik. 

  2. Sabar:

    Ketika kita dihadapkan pada musibah atau tantangan, bersabarlah. Sabar adalah bagian dari tawakal.

    Kita tidak mudah putus asa saat berusaha, melainkan tetap berikhtiar dengan keyakinan bahwa Allah SWT akan memberikan yang terbaik.

  3. Menerima ketentuan Allah dengan ikhlas:

    Saat menghadapi situasi yang tidak sesuai dengan harapan, kita menerima dengan ikhlas. 

    Kita tidak merasa putus asa atau terlarut dalam kesedihan, karena kita tahu bahwa Allah SWT selalu mengatur segala sesuatu dengan baik.

  4. Berdoa dan berserah diri:

    Ketika menghadapi masalah, kita berdoa kepada Allah SWT agar diberikan solusi terbaik. 

    Kita meyakini bahwa Allah adalah yang terbaik dan selalu mengatur segala sesuatu dengan baik.

  5. Berprasangka baik:

    Kita selalu berprasangka baik kepada Allah SWT atas setiap kejadian yang kita terima. 

    Kita yakin bahwa ada hikmah di balik setiap peristiwa, meskipun pada awalnya mungkin tidak terlihat.

  6. Tidak gelisah dan berkeluh kesah: Tawakal mengajarkan kita untuk tidak gelisah dan terus berikhtiar. Kita tetap berusaha dengan keyakinan bahwa Allah SWT akan memberikan yang terbaik.

Semoga kita dapat mengamalkan tawakal dalam kehidupan sehari-hari dan semakin dekat dengan Allah SWT.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.