Akurat

Mengenal Tradisi Walimatussafar: Adat bagi Orang Islam yang Akan Berangkat Haji

Fajar Rizky Ramadhan | 11 Mei 2024, 07:00 WIB
Mengenal Tradisi Walimatussafar: Adat bagi Orang Islam yang Akan Berangkat Haji

AKURAT.CO Setiap tahun, jutaan umat Islam dari seluruh penjuru dunia mempersiapkan diri untuk menunaikan ibadah Haji di tanah suci Mekah. Sebelum berangkat, ada sebuah tradisi yang dijalani dengan penuh makna, yakni Walimatussafar.

Apa Itu Walimatussafar?

Walimatussafar adalah tradisi atau acara yang dilakukan oleh seseorang sebelum berangkat dalam perjalanan, terutama dalam konteks ibadah Haji. Istilah ini berasal dari bahasa Arab yang terdiri dari dua kata: Wali yang berarti "orang yang melakukan" dan Musafir yang berarti "orang yang melakukan perjalanan". Jadi, secara harfiah, Walimatussafar dapat diartikan sebagai "orang yang melakukan perjalanan mengadakan acara".

Baca Juga: Berapa Uang Saku Jemaah Haji Indonesia Tahun 2024? Segini Besarannya

Makna dan Tujuan

Tradisi Walimatussafar memiliki beberapa makna dan tujuan yang dalam:

  1. Doa dan Restu: Acara ini sering kali diadakan sebagai momen untuk memohon doa dan restu dari keluarga, teman, dan komunitas sebelum seseorang berangkat. Doa dan restu ini dianggap penting dalam memulai perjalanan yang berat menuju tanah suci.

  2. Berbagi Kebahagiaan: Walimatussafar juga merupakan wujud kebahagiaan dan syukur atas kesempatan untuk menunaikan ibadah Haji. Dalam acara ini, sering kali disajikan makanan dan minuman kepada tamu sebagai bentuk berbagi kebahagiaan.

  3. Pemberian Nasihat: Para tetua keluarga atau tokoh agama sering kali memberikan nasihat dan petunjuk kepada yang akan berangkat, baik terkait perjalanan fisik maupun perjalanan spiritual menuju Allah.

Baca Juga: Jelang Musim Haji, Komite III DPD Cek Kesiapan Petugas Kesehatan

Prosesi Walimatussafar

Meskipun prosesi Walimatussafar dapat bervariasi dari satu budaya ke budaya lainnya, beberapa elemen umum sering kali terjadi:

  1. Pembacaan Al-Quran: Acara sering dimulai dengan pembacaan ayat-ayat Al-Quran atau dzikir untuk memberikan barakah dan ketenangan sebelum perjalanan.

  2. Pemberian Doa: Seorang ulama atau tokoh agama biasanya memberikan doa dan nasihat kepada yang akan berangkat serta kepada para tamu yang hadir.

  3. Pemberian Makanan: Makanan dan minuman disajikan kepada para tamu sebagai tanda kebahagiaan dan kesyukuran atas kesempatan yang diberikan Allah.

  4. Perpisahan: Acara ini juga menjadi momen perpisahan yang emosional antara yang akan berangkat dengan keluarga dan kerabat.

Walimatussafar bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga merupakan bagian penting dari persiapan spiritual dan sosial seseorang sebelum berangkat menunaikan ibadah Haji. Melalui momen ini, umat Islam bisa merasakan dukungan, doa, dan kebersamaan sebelum memulai perjalanan suci mereka ke tanah suci.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.