AKURAT.CO Kerajaan Kutai merupakan kerajaan Hindu tertua yang ada di Indonesia. Kerajaan ini berdiri sejak tahun 350 Masehi. Kerajaan Kutai juga dikenal dengan nama Kerajaan Martapura dan Kerajaan Kutai Kartanegara.
Puasat Kerajaan Kutai terletak di hulu Sungai Mahakam, Muara Kaman, Kalimantan Timur. Kerajaan ini terungkap pertama kali karena penemuan Prasasti Yupa. Selain itu juga terlihat tanda-tanda kehidupan lampau yang pernah berdiri di tepi sungai tersebut.
Kerajaan Kutai adalah kerajaan tertua di Indonesia yang didirikan oleh Kundungga dengan gelar Maharaja Kudungga Anumerta Dewawarman. Prasasti Yupa yang merupakan bukti berdirinya Kerajaan Kutai diyakini dibuat pada abad ke-4.
Baca Juga: Apakah Candi Borobudur Berhubungan dengan Agama Islam?
Yupa merupakan sebuah batu yang digunakan sebagai tugu peringatan yang dibuat oleh para brahmana atas kedermawanan Mulawarman yang menyumbang 20.000 ekor sapi kepada kaum Brahmana. Prasati tersebut ditulis menggunakan bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa.
Prasasti Yupa berisi cerita mengenai silsilah Kerajaan Kutai yang pernah naik tahta menjadi raja, yaitu Kundungga,Aswawarman, dan Mulawarman. Karena keberadaan Kerajaan Kutai sudah sangat lampau, tidak banyak catatan sejarah kerajaan tersebut yang ditemukan secara utuh.
Runtuhnya Kerajaan Kutai mulai terjadi saat Raja Dermasatia wafat. Ia adalah raja Kutai periode abad ke-17 yang wafat akibat adanya perang antara Kutai Kertanegara dan Kutai Martapura yang dipimpin oleh Pangeran Sinum Panji Mendapa.
Baca Juga: Kerap Terlupakan, Ini Dia Kerajaan Islam Pertama di Indonesia
Kerajaan Kutai Martapura berbeda dengan Kerajaan Kutai Kertanegara. Kutai Martapura merupakan kerajaan bercorak Hindu, sedangkan Kutai Kartanegara merupakan kerajaan bercorak Islam. Dengan adanya perang antara kedua kerajaan tersebut, Kutai Martapura pun berubah menjadi Kerajaan bercorak Islam.
Kerajaan Kutai Martapura yang dialihkan kuasanya kepada Kutai Kartanegara pada tahun 1605 menjadi cerita runtuhnya Kerajaan Kutai Martapura dan beralih menjadi kejayaan Kutai Kartanegara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat










