Akurat

Cara Penentuan Awal Ramadhan, Lengkap dengan Dalilnya

Fajar Rizky Ramadhan | 9 Maret 2024, 17:16 WIB
Cara Penentuan Awal Ramadhan, Lengkap dengan Dalilnya

AKURAT.CO Menentukan awal bulan Ramadhan memiliki cara yang tidak jauh berbeda dengan menentukan awal bulan lainnya. Hanya saja, menentukan awal Ramadhan lebih mendapatkan perhatian dari umat Islam secara umum, sebab menentukan awal Ramadhan sama dengan menentukan awal waktu puasa Ramadhan yang wajib dilakukan oleh setiap umat Islam.

Umumnya ada dua metode yang biasa dilakukan untuk menentukan awal Ramadhan, yaitu metode hisab (perhitungan waktu secara matematis dan astronomi) dan metode rukyatul hilal (melihat dan mengamati bulan).

Baik hisab maupun rukyatul hilal, keduanya adalah metode penentuan awal Ramadhan yang sudah dijelaskan di dalam Hadits Nabi SAW.

Baca Juga: Bolehkah Melakukan Puasa Ramadhan Lebih Awal dari Keputusan Pemerintah?

1. Dalil Penentuan Awal Ramadhan dengan Hisab (Perhitungan Waktu)

QS. Yunus : 5

هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاۤءً وَّالْقَمَرَ نُوْرًا وَّقَدَّرَهٗ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوْا عَدَدَ السِّنِيْنَ وَالْحِسَابَۗ مَا خَلَقَ اللّٰهُ ذٰلِكَ اِلَّا بِالْحَقِّۗ يُفَصِّلُ الْاٰيٰتِ لِقَوْمٍ يَّعْلَمُوْنَ

"Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya. Dialah pula yang menetapkan tempat-tempat orbitnya agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan demikian itu, kecuali dengan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada kaum yang mengetahui."

Hadits Nabi SAW

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ رَضِي اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ رَمَضَانَ فَقَالَ لاَ تَصُومُوا حَتَّى تَرَوُا الْهِلاَلَ وَلاَ تُفْطِرُوا حَتَّى تَرَوْهُ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوا لَهُ (رواه البخاري و مسلم)

Artinya: “Dari Abdullah bin Umar r.a. (diriwayatkan bahwa) Rasulullah saw menjelaskan tentang bulan Ramadlan dan berkata: Janganlah kamu berpuasa sehingga kamu melihat hilal, dan jangan pula kamu berbuka sehingga kamu melihat hilal. Bila hilal tertutup awan kamu maka perkirakanlah (kadarkanlah).” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

2. Dalil Penentuan Awal Ramadhan dengan Rukyatul Hilal

QS. Al-Baqarah : 185

فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

“Maka barangsiapa di antara kalian menyaksikan bulan maka hendaklah ia berpuasa (pada) nya.”

Hadits Nabi SAW

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ شُعْبَةَ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ زِيَادٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا الْعِدَّةَ ثَلَاثِينَ

"Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Syu'bah, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ziyad dari Abu Hurairah dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, "Berpuasalah karena melihat hilal dan berbukalah (Idul Fitri) karena melihat hilal, maka jika kalian terhalang (oleh awan) sempurnakanlah bilangan bulan (sya'ban) menjadi tiga puluh hari." (HR. Ahmad Ibn Hanbal).

Baca Juga: 5 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Ziarah Kubur Sebelum Puasa Ramadhan Tiba

Berbedanya metode yang digunakan dalam menentukan awal Ramadhan, terkadang menjadikan penetapan waktu awal Ramadhan juga berbeda antara satu dengan yang lainnya. Meski demikian, perbedaan tersebut bukan hal yang salah atau bisa disalahkan, sebab perbedaan itu didasari dari penggunaan dan pemahaman dalil yang berbeda.

Wallahu A'lam.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.