Bolehkah Umat Islam Merayakan Malam Nisfu Syaban? Berikut Penjelasannya!

AKURAT.CO Bulan Sya'ban adalah bulan kedelapan dalam kaleder Hijriyah. Bulan ini berada diantara 2 bulan mulia yaitu bulan Rajab dan Ramadhan.
Pada bulan Sya'ban terdapat malam yang istimewa yaitu, malam Nisfu Sya'ban. Malam ini jatuh pada 15 Sya'ban atau 24 Februari 2024. Di malam ini, Allah SWT akan melimpahkan rahmat dan ampunan bagi hamba-Nya.
Banyaknya keistimewaan yang ada di malam Nisfu Sya’ban membuat banyak orang berbondong-bondong mengerjakan amalan sunnah. Jadi bolehkah umat Islam merayakan malam Nisfu Sya’ban?
Baca Juga: Malam Nisfu Sya'ban Malam Ampunan, Umat Islam Dianjurkan Lakukan Istighfar
Dikutip dari NU Online, sebagian tradisi masyarakat merayakan malam Nisfu Sya’ban dengan berkumpul bersama-sama di masjid sembari beribadah dan mengerjakan hal-hal positif lainnya. Dengan adanya hal ini, dalam kitab Qalyubi wa ‘Umairah dijelaskan:
يندب إحياء ليلتي العيدين بذكر أو صلاة أولاها صلاة التسبيح، ويكفي معظمها وأقله صلاة العشاء في جماعة والعزم على صلاة الصبح كذلك. ومثلهما ليلة نصف شعبان، وأول ليلة من رجب وليلة الجمعة لأنها محال إجابة الدعاء
Artinya, “Disunahkan menghidupkan malam hari raya, Idhul Fitri dan Idhul Adha, dengan berdzikir dan shalat, khususnya shalat tasbih. Sekurang-kurangnya adalah mengerjakan shalat Isya berjamaah dan membulatkan tekad untuk shalat Shubuh berjamaah. Amalan ini juga baik dilakukan di malam nisfu Sya’ban, awal malam bulan Rajab, dan malam Jumat karena pada malam-malam tersebut doa dikabulkan.”
Baca Juga: Bolehkah Joget Gemoy dalam Islam?
Pendapat ini juga didukung oleh banyaknya hadist yang menjelaskan keutamaan malam Nisfu Sya’ban. Salah satunya yaitu hadist yang terdapat dalam Shahih Ibnu Hibban berikut:
يَطْلُعُ اللَّهُ إِلَى خَلْقِهِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ
Artinya, “Allah SWT memperhatikan makhluk-Nya pada malam nisfu Sya’ban dan mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang kafir dan orang yang bermusuhan.”
Berdasarkan hadist di atas, dapat disimpulkan jika umat Islam justru disunahkan merayakan malam Nisfu Sya’ban karena pada malam itu doa yang kita panjatkan akan dikabulkan. Oleh sebab itu kita harus memanfaatkan kesempatan ini untuk memperbanyak ibadah, memohon ampunan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










