Aurat Terbuka saat Salat, Apakah Batal? Berikut Penjelasannya

AKURAT.CO Menutup aurat merupakan bagian penting saat melaksanakan ibadah salat. Membuka aurat selama shalat dapat menyebabkan batalnya salat.
Salah satu syarat sahnya salat adalah menutup aurat. Aurat adalah bagian tubuh yang tidak boleh terlihat oleh orang lain yang bukan mahram.
Aurat laki-laki adalah dari pusar sampai lutut, sedangkan aurat perempuan adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.
Meskipun begitu, dalam situasi tertentu, agama Islam memberikan toleransi terhadap keterbukaan aurat.
Baca Juga: Di Ajang Pertemuan Iklim Dunia Pertamina Nyatakan Siap jadi Pemain Utama Penyimpan Karbon Indonesia
Mengutip dari NU Online, Syekh Abu Bakar bin Muhammad Taqiyuddin menjelaskan dalam kitab Kifayah al-Akhyâr (Damaskus: Dar al-Khair), hal. 36:
وأما انكشاف العورة فإن كشفها عمدا بطلت صلاته وإن أعادها في الحال … وإن كشفها الريح فاستتر في الحال فلا تبطل وكذا لو انحل الإزار أو تكة اللباس فأعاده عن قرب فلا تبطل
“Terbukanya aurat, apabila dibuka secara sengaja, maka membatalkan salat, meskipun langsung ditutup kembali; apabila terbuka oleh angin, kemudian langsung ditutupi seketika, maka tidak batal. Demikian juga apabila sarung atau baju terbelit dan menyingkap kemudian segera ditutup kembali, maka tidak batal.”
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa, jika terjadi keterbukaan aurat secara tidak sengaja atau karena angin, dan segera ditutup kembali, salat tidak menjadi batal.
Namun, yang perlu diingat adalah menutup aurat yang tak sengaja terbuka tanpa melakukan gerakan yang dapat membatalkan salat, seperti yang ditegaskan oleh madzhab Syafi'iyyah.
Namun, menurut madzhab Malikiyyah, terbukanya anggota vital tubuh, seperti qubul atau dubur (aurat mughalladlah), baik sengaja maupun tidak, akan tetap membatalkan salat.
Sebagaimana dipaparkan oleh Syekh Abdurrahman al-Jaziri dalam Al-Fiqh ‘alâ Madzâhib al-Arba’ah (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 2003), juz I, hal. 196:
ولا بد من دوام ستر العورة …المالكية قالوا : إن انكشاف العورة المغلظة في الصلاة مبطل لها مطلقا
“Harus melanggengkan menutup aurat… Madzhab Malikiyyah berpendapat: ‘Apabila yang terbuka adalah aurat mughalladloh maka batal secara mutlak”.”
Jika aurat terbuka saat shalat karena salah satu dari pengecualian di atas, maka salat tersebut tetap sah. Namun, orang yang salat tersebut tetap harus segera menutup auratnya.
Oleh karena itu, penting bagi setiap muslim untuk memperhatikan auratnya saat salat. Pastikan aurat tertutup rapat agar salat sah dan diterima oleh Allah SWT.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 4Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 5Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 6Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 7Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2, Cek Jadwal Garuda di Final FIFA ASEAN Cup 2026!
- 8Prediksi Spanyol vs Kroasia di UEFA Nations League: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah







