Inilah Sosok Gus Mus, Tokoh Kharismatik Islam Yang Menolak Diklaim Capres Tertentu

AKURAT.CO, KH Ahmad Mustofa Bisri atau yang lebih dikenal sebagai Gus Mus, yang baru-baru ini menyampaikan penolakannya tentang klaim capres tertentu adalah sosok tokoh Islam kharismatik.
Akhir-akhir ini Gus Mus disoroti menerima kunjungan dari sejumlah tokoh politik termasuk calon presiden (capres) Ganjar Pranowo.
Ganjar Pranowo melakukan kunjungan ke kediaman Gus Mus pada Selasa (13/11/2023) di kelurahan Leteh, Rembang, Jawa Tengah. Dari kunjungan beberapa tokoh politik tersebut, membuat sebagian orang mengkalim Gus Mus dukung capres tertentu.
Baca Juga: 10 Kata Bijak Gus Mus, Dijamin Bikin Hati Adem Dan Semangat Menjemput Kebaikan Terus Meningkatkan
Kemudian dari hal tersebut, Gus Mus menolak atau membatah akan diklaim capres tertentu, sebab di keluarganya Gus Mus tidak pernah ada pembahasan mengenai dukungan tertentu pada salah satu capres atau pun cawapres.
Dikutip dari berbagai sumber pada Senin (20/11/2023) tentang Gus Mus yang menolak diklaim capres tertentu.
Hal ini seperti yang telah disampaikan oleh seorang menantunya yakni, Wahyu Salvana menyampaikan tentang;
“Di lingkungan keluarga Gus Mus tidak pernah ada pembahasan mengenai Pilpres. Bahkan dari Gus Mus sendiri, tidak pernah memberikan perintah untuk nyoblos ini dan sebagainya.”
Profil Gus Mus, Salah Satu Tokoh Kharismatik Islam
Berkaitan dengan persoalan tersebut, lantas siapakah Gus Mus? Berikut ini profil singkat dari seorang Gus Mus, tokoh kharismatik Islam sebagaimana telah dikutip dari beberapa sumber pada Senin (20/11/2023).
Gus Mus atau yang bernama lengkap Kiai Haji Ahamd Mustofa Bisri ini merupakan tokoh agama, budayawan, dan juga seorang cendekiawan ini adalah seorang pemimpin pondok pesantren “Raudlatut Tholibin” di kelurahan Leteh, Rembang, Jawa Tengah.
Baca Juga: Sambut Hari Santri Nasional 2023, Pesantren Raudlatul Ma'arif Ikuti Expo Kemandirian Pesantren
Kiai Haji Ahmad Mustofa Bisri lahir pada 10 Agustus tahun 1944 di Rembang, Jawa Tengah. Beliau dibesarkan di kalangan keluarga yang patriotis, intelek, progresif dan juga kasih sayang. Ayanhya yang Bernama KH Bisri Musthfa adalah seorang orator yang ulung.
Sedangkan kakeknya, KH Zaenal Musthafa merupakan pendiri dari Taman Pelajar Islam, atau yang lebih dikenal dengan pondok pesantren ‘Raudlatut Tholibin’ yang sekarang diteruskan dan dipimpin oleh Gus Mus.
Terlahir dari keluarga yang agamis, membuat Gus Mus menimba ilmu di pesantren juga, yakni di pondok pesantren Hidayatullah Mubtadiin Lirboyo Kediri selama dua tahun. Kemudian lanjut ke pondok pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta selama empat tahun.
Setelah menempuh pendidikan selama enam tahun di dua pondok pesantren, membuat Gus Mus tidak berhenti begitu saja. Tetapi beliau pun kembali melanjutkan pendidikannya, ke Universitas Al-Azhar Kairo di Mesir.
Berbekalkan ilmu yang didapatkannya, Gus Mus pun Kembali ke tanah air (Indonesia) setelah lulus dari Universitas Al-Azhar Mesir, dan meneruskan pondok pesantren dari kakeknya.
Di sisi lain, Gus Mus bukan hanya sekedar memipin pondok pesantren ‘Raudlatut Tholibin’ saja. Namun, beliau juga menciptakan beragama karya seperti essai, puisi, cerpen, dan beberapa karya tulis lainnya. Karena memang sejak muda, Gus Mus memiliki hobi menulis.
Dari uraian di atas dapat dikatakan bahwa sosok Gus Mus, salah satu Tokoh Kharismatik Islam ini merupakan seorang pemimpin pondok pesantren yang begitu hebat dan cerdas. Hal ini ditandai dengan karya-karyanya di bidang kepenulisan.
Kemudian berkaitan dengan diklaimnya oleh Sebagian orang tentang dukungannya terhadap capres tertentu, ternyata di keluarganya pun sebagaimana peryataan menantunya Wahyu Savana, itu tidak pernah membahas keberpihakannya kepada capres tertentu.
Tetapi beliau mendukung semua capres, dan juga Gus Mus berharap kepada setiap capres dan cawapres bisa bersaing secara sehat dalam proses pemilihan umum di tahun 2024 mendatang.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 4Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 5Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 6Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 7Prediksi Spanyol vs Kroasia di UEFA Nations League: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 8Kalender Jawa 29 September 2026: Selasa Wage Cocok untuk Apa? Ini Watak dan Neptunya
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah






