Akurat Logo

Cara Mencegah ISPA di Tengah Polusi Udara, Kenali Gejala dan Faktor Risikonya

Nurma Nafisa Faradilla | 15 Oktober 2026, 12:20 WIB
Cara Mencegah ISPA di Tengah Polusi Udara, Kenali Gejala dan Faktor Risikonya
Ilustrasi Gejala ISPA. - Magnific

AKURAT.CO Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi salah satu gangguan kesehatan yang perlu diwaspadai, terutama ketika kualitas udara memburuk akibat polusi, asap kendaraan, maupun kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Paparan udara yang tercemar dapat mengiritasi saluran pernapasan dan memperburuk kondisi orang yang memiliki penyakit pernapasan.

Karena itu, mengetahui cara mencegah ISPA di tengah polusi udara penting dilakukan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.

Langkah sederhana, seperti memantau kualitas udara, menggunakan masker yang sesuai, dan membatasi aktivitas di luar ruangan ketika polusi tinggi, dapat membantu melindungi sistem pernapasan.

Baca Juga: 174 Ribu Warga Kena ISPA, DPR Desak Pemerintah Perkuat Perlindungan Kesehatan

Selain pencegahan, masyarakat juga perlu mengenali gejala awal ISPA dan faktor yang meningkatkan risikonya. Dengan begitu, keluhan pernapasan dapat ditangani lebih tepat dan tanda bahaya tidak terabaikan.

Apa Itu ISPA?

ISPA merupakan singkatan dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut, yaitu infeksi yang menyerang saluran pernapasan, mulai dari hidung, tenggorokan, hingga bagian bawah saluran pernapasan, termasuk paru-paru.

ISPA umumnya disebabkan oleh virus, tetapi beberapa infeksi dapat disebabkan oleh bakteri. Penularannya bisa terjadi melalui percikan pernapasan ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara. Penularan juga dapat terjadi melalui tangan yang terkontaminasi kemudian menyentuh hidung, mulut, atau mata.

Sementara itu, polusi udara dan asap karhutla dapat mengiritasi saluran pernapasan serta memperburuk penyakit yang sudah ada. Artinya, paparan polusi tidak selalu menjadi penyebab langsung infeksi, tetapi dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan dan memperberat keluhan pada sebagian orang.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk memantau kualitas udara, menggunakan masker ketika diperlukan, dan mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kondisi udara tidak sehat.

Gejala ISPA yang Perlu Diwaspadai

Gejala ISPA dapat berbeda-beda, bergantung pada penyebab dan tingkat keparahan infeksi. Pada awalnya, keluhan mungkin menyerupai batuk pilek biasa.

Berikut beberapa gejala ISPA yang perlu dikenali:

  • Batuk, baik kering maupun berdahak.

  • Pilek atau hidung tersumbat, terkadang disertai bersin.

  • Sakit tenggorokan, termasuk rasa nyeri saat menelan.

  • Demam, yang dapat disertai menggigil.

  • Sakit kepala dan nyeri otot, sehingga tubuh terasa tidak nyaman.

  • Lemas atau mudah lelah, terutama ketika tubuh sedang melawan infeksi.

  • Sesak napas atau napas lebih cepat, yang perlu diwaspadai sebagai tanda kondisi lebih serius.

Gejala tersebut tidak selalu menandakan ISPA karena bisa ditemukan pada penyakit lain. Oleh sebab itu, pemeriksaan tenaga kesehatan diperlukan jika keluhan memburuk, berlangsung lama, atau disertai tanda bahaya.

Cara Mencegah ISPA di Tengah Polusi Udara

Pencegahan ISPA dapat dilakukan melalui kebiasaan hidup bersih sekaligus mengurangi paparan polusi. Berikut sejumlah langkah yang bisa diterapkan sehari-hari.

1. Pantau Kualitas Udara Sebelum Beraktivitas

Periksa informasi kualitas udara melalui sumber pemantauan yang tepercaya sebelum berolahraga, bepergian, atau melakukan kegiatan di luar rumah.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.