Akurat Logo

Bahaya Telur Mentah untuk Bayi, IDAI Ingatkan Risiko Infeksi Salmonella

Nurma Nafisa Faradilla | 13 Oktober 2026, 17:20 WIB
Bahaya Telur Mentah untuk Bayi, IDAI Ingatkan Risiko Infeksi Salmonella
Ilustrasi bayi makan. - Magnific

AKURAT.CO Kasus meninggalnya bayi Alena yang berusia 28 hari di Surabaya, Jawa Timur, menjadi perhatian publik setelah muncul kabar bahwa bayi tersebut diduga diberi telur mentah oleh neneknya. Sebelumnya, Alena dilaporkan mengalami demam dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Menanggapi kasus tersebut, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan masyarakat mengenai bahaya telur mentah untuk bayi, terutama yang belum genap berusia enam bulan.

Telur mentah atau setengah matang berisiko mengandung bakteri Salmonella yang dapat menyebabkan infeksi saluran pencernaan.

Meski demikian, risiko kesehatan tersebut perlu dibedakan dari penyebab pasti meninggalnya Alena.

Baca Juga: Shanghai Masters: Kejutan! Zizou Bergs Pulangkan Carlos Alcaraz, Tsitsipas 'Comeback' Heroik

Hingga informasi yang disampaikan dalam pemberitaan tersebut, belum ada keterangan medis yang memastikan bahwa konsumsi telur mentah menjadi penyebab langsung kematian bayi tersebut.

Bahaya Telur Mentah untuk Bayi Menurut IDAI

Ketua Pengurus Pusat IDAI, dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp Kardio(K), menjelaskan bahwa telur mentah maupun setengah matang berpotensi mengandung bakteri Salmonella.

Bakteri tersebut dapat menyebabkan salmonelosis, yaitu infeksi yang menyerang saluran pencernaan. Penularannya dapat terjadi ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri tersebut.

Pada bayi dan anak kecil, infeksi Salmonella perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan kondisi yang lebih berat dibandingkan pada orang dewasa. Sistem kekebalan tubuh bayi yang masih berkembang membuat kelompok usia ini lebih rentan mengalami komplikasi akibat infeksi.

Karena itu, orang tua maupun anggota keluarga sebaiknya tidak memberikan telur mentah atau setengah matang kepada bayi. Makanan yang diberikan kepada anak harus memperhatikan keamanan pangan, kebutuhan gizi, usia, serta kesiapan perkembangan.

Gejala Infeksi Salmonella yang Perlu Diwaspadai

Infeksi Salmonella dapat menimbulkan sejumlah gejala yang perlu dikenali oleh orang tua. Gejalanya bisa berbeda pada setiap orang, bergantung pada kondisi tubuh dan tingkat keparahan infeksi.

Berikut beberapa gejala salmonelosis yang perlu diperhatikan:

  • Diare, yang dapat meningkatkan risiko kehilangan cairan tubuh.

  • Demam, sebagai salah satu tanda tubuh mengalami infeksi.

  • Muntah, yang dapat membuat bayi kehilangan cairan.

  • Nyeri atau kram perut, akibat gangguan pada saluran pencernaan.

  • Dehidrasi, yang dapat terjadi ketika cairan tubuh hilang melalui diare atau muntah.

Baca Juga: WhatsApp Uji Fitur Jadwalkan Pesan Otomatis di Android, Begini Cara Pakainya

Pada bayi baru lahir, tanda penyakit tidak selalu terlihat jelas. Bayi yang mengalami demam, sulit menyusu, tampak sangat lemas, muntah berulang, atau menunjukkan perubahan kondisi yang tidak biasa perlu segera mendapatkan pemeriksaan medis.

Orang tua tidak disarankan menunggu sampai gejala memburuk atau memberikan obat sendiri tanpa arahan tenaga kesehatan. Jika bayi berusia di bawah tiga bulan mengalami suhu tubuh 38 derajat Celsius atau lebih, segera bawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penilaian medis.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.