Apa Saja 5 Jenis Minuman yang Merusak Gigi? Nomor 3 Paling Banyak Diminum!

AKURAT.CO Kesehatan gigi sering dianggap hanya berkaitan dengan sikat gigi atau jenis makanan yang dikonsumsi. Padahal, minuman yang diminum setiap hari memiliki peran besar dalam menentukan seberapa kuat enamel bertahan.
Tidak sedikit orang yang mengalami gigi ngilu, berlubang, atau berubah warna akibat kebiasaan minum yang tidak disadari.
Beberapa jenis minuman dapat menurunkan pH mulut, meningkatkan kadar gula, dan menempel pada permukaan gigi lebih lama daripada makanan. Ketika gula bertemu bakteri mulut, terbentuklah asam yang menyerang enamel.
Serangan asam yang terjadi terus-menerus membuat gigi kehilangan mineral, melemah, dan akhirnya berlubang. Inilah alasan mengapa penting untuk mengenali minuman apa saja yang berpotensi merusak gigi serta bagaimana cara mengurangi dampaknya.
Berikut lima jenis minuman yang paling sering memicu kerusakan gigi. Khusus nomor 3, kelompok ini adalah yang paling banyak dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat.
Baca Juga: Bawa Ducati Tembus 100 Kemenangan di MotoGP, Gigi: Motor Desmosedici Paling Berkesan
1. Minuman Bersoda
Soda termasuk salah satu minuman yang memberikan dampak paling cepat terhadap perubahan kondisi gigi. Kandungan gulanya sangat tinggi, sementara tingkat keasamannya membuat enamel melemah hanya dalam waktu singkat. Asam fosfat dan asam sitrat yang ada dalam soda berperan besar dalam mengikis permukaan gigi, terutama bila dikonsumsi rutin atau lebih dari sekali sehari.
Selain itu, soda yang berwarna gelap meninggalkan pigmentasi pada enamel, membuat gigi tampak lebih kusam atau menguning. Efek residu gulanya juga bertahan lama di mulut karena tekstur cairnya mudah masuk ke sela-sela gigi. Meski terasa menyegarkan, soda adalah salah satu minuman yang paling perlu dibatasi jika ingin menjaga kesehatan gigi tetap baik dalam jangka panjang.
2. Minuman Berenergi
Minuman berenergi biasanya diminum saat butuh tambahan tenaga atau ketika harus begadang. Namun tingkat keasamannya sering kali lebih tinggi daripada soda. Kadar keasaman yang rendah membuat enamel gigi lebih cepat tergerus. Ditambah lagi, kandungan gulanya cukup tinggi sehingga sisa minuman mudah menempel di permukaan gigi.
Konsumsi rutin minuman berenergi juga dapat menyebabkan mulut kering karena kandungan kafeinnya. Padahal air liur berperan penting dalam menetralkan asam. Ketika produksi air liur berkurang, bakteri lebih mudah berkembang biak dan risiko kerusakan gigi meningkat. Jika minuman ini diminum hampir setiap hari, enamel akan melemah dan sensitivitas gigi lebih mudah muncul.
3. Teh Manis, Kopi Susu, dan Minuman Boba (Paling Banyak Diminum!)
Kelompok minuman ini menjadi yang paling sering dikonsumsi masyarakat sehari-hari. Dari es teh manis yang hampir selalu hadir di meja makan, kopi susu kekinian yang populer, hingga milk tea dan boba yang digemari banyak kalangan. Ketiganya memiliki karakteristik yang sama: kandungan gula yang tinggi, rasa manis yang kuat, serta popularitas yang membuatnya dikonsumsi berulang.
Teh manis mengandung gula dalam jumlah besar dan memiliki tanin yang dapat meninggalkan noda kekuningan di gigi.
Kopi susu umumnya menggunakan gula, krimer, atau susu kental manis yang membuat lapisan manisnya mudah menempel pada permukaan gigi.
Milk tea dan boba biasanya memiliki kadar gula dua kali lipat, ditambah topping boba yang direndam dalam sirup.
Karena kelompok minuman ini dikonsumsi paling sering, dampaknya terhadap gigi pun lebih signifikan. Jika diminum setiap hari, enamel mudah melemah, warna gigi berubah, dan risiko karies meningkat. Banyak orang tidak menyadari bahwa frekuensi adalah faktor terbesar yang membuat minuman ini menjadi penyebab utama kerusakan gigi di usia muda.
4. Jus Buah Kemasan
Jus buah kemasan sering dianggap sebagai pilihan minuman sehat, padahal sebagian besar mengandung pemanis tambahan dan pengawet. Bahkan jus buah murni sekalipun tetap mengandung asam alami yang cukup tinggi. Asam tersebut dapat menurunkan pH mulut dan mempercepat proses demineralisasi pada enamel.
Ketika asam dan gula bertemu, enamel berada dalam kondisi lemah. Apalagi jika jus diminum perlahan-lahan, gigi lebih lama terpapar asam. Hal ini membuat permukaan gigi mudah terkikis. Jus buah seperti lemon, jeruk, apel, atau nanas termasuk yang paling tinggi tingkat keasamannya. Jika tidak diikuti dengan minum air putih, risiko kerusakan gigi meningkat.
5. Minuman Beralkohol
Minuman beralkohol dapat memicu mulut kering karena membuat produksi air liur menurun. Padahal air liur adalah pelindung alami gigi yang berfungsi menetralkan asam dan membersihkan sisa makanan atau minuman. Ketika mulut dalam keadaan kering, bakteri berkembang lebih cepat dan risiko gigi berlubang meningkat.
Beberapa minuman beralkohol juga berwarna gelap, sehingga mudah meninggalkan noda pada enamel. Jenis minuman beralkohol yang manis pun menambah potensi kerusakan karena kandungan gulanya cukup tinggi. Meskipun tidak semua orang mengonsumsinya, risiko kerusakan yang ditimbulkan tetap perlu diwaspadai.
Baca Juga: Es Teh Manis Jadi Pilihan Saat Cuaca Panas, Aman Diminum Setiap Hari?
Bagaimana Cara Mengurangi Dampaknya?
Kerusakan gigi akibat minuman sebenarnya bisa diminimalkan dengan beberapa kebiasaan sederhana:
Minum air putih setelah minuman manis atau asam
Air putih membantu menetralkan pH mulut dan membersihkan sisa gula yang menempel di gigi.
Gunakan sedotan
Sedotan membantu mengurangi kontak minuman dengan enamel, terutama untuk minuman manis dan berwarna.
Batasi frekuensi, bukan hanya jumlah
Minum sedikit tapi sering lebih merusak daripada minum satu kali dalam jumlah lebih banyak.
Tunggu sebelum menyikat gigi
Setelah minum minuman asam, tunggu sekitar 30 menit sebelum menggosok gigi agar enamel tidak semakin terkikis.
Pilih alternatif minuman yang lebih aman
Air putih, susu tanpa gula, dan teh herbal tanpa pemanis adalah pilihan yang lebih ramah bagi gigi.
Nia Ayunia (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 6Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 7Sejarah Pekan Antariksa Dunia: Mengapa Diperingati 4–10 Oktober?
- 8Jokowi Temui Prabowo di Kertanegara Bersamaan dengan Putusan MK soal Gibran, Ada Apa?
- 9Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara
- 10Peluang Gibran di Pilpres 2029 Tetap Terbuka Lebar Meski Lawan Politik Terus Bermanuver








