Akurat Logo

Gula Bikin Bahagia Sesaat, Tapi Ada Efeknya ke Otak Kalau Kebanyakan

Redaksi Akurat | 5 Oktober 2026, 06:00 WIB
Gula Bikin Bahagia Sesaat, Tapi Ada Efeknya ke Otak Kalau Kebanyakan
Ilustrasi gula.

AKURAT.CO Makanan dan minuman manis memang dapat memberikan rasa nyaman sekaligus energi. Namun, konsumsi gula secara berlebihan ternyata dapat memengaruhi fungsi otak dan kestabilan emosi.

Dokter Spesialis Gizi Klinik dari Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON), dr. Rozana Nurfitria Yulia, M.Gizi, Sp.GK, mengatakan, otak sangat bergantung pada glukosa sebagai salah satu sumber energi utama.

Menurutnya, glukosa dibutuhkan agar sel-sel otak dapat bekerja dengan baik. Namun, kadar gula yang terlalu tinggi justru dapat berdampak pada fungsi otak dan kesehatan mental.

Sekitar 20 persen glukosa yang masuk ke tubuh digunakan otak untuk mendukung berbagai fungsi, seperti berpikir, berkonsentrasi, dan mengingat.

Namun, asupan gula yang berlebihan dapat mengganggu keseimbangan kimia di otak. Kondisi tersebut dapat memicu peradangan dan stres oksidatif yang berpotensi menghambat kerja sel saraf.

Akibatnya, kemampuan otak dalam memproses informasi dan menyimpan memori dapat menurun.

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut juga dapat mempercepat penuaan sel otak dan meningkatkan risiko gangguan kognitif, seperti mudah lupa dan sulit berkonsentrasi.

Kadar gula darah yang tinggi juga dapat memengaruhi hormon kortisol yang berkaitan dengan respons tubuh terhadap stres. Ketika kadar kortisol meningkat, suasana hati dapat lebih mudah berubah dan tubuh terasa cepat lelah.

Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut dapat memperburuk gejala kecemasan dan depresi.

Rasa nyaman setelah mengonsumsi makanan atau minuman manis berkaitan dengan respons sistem penghargaan di otak.

Konsumsi gula dapat memicu pelepasan dopamin yang memberikan sensasi senang.

Namun, efek tersebut bersifat sementara. Ketika kadar gula darah kembali turun, tubuh dapat kembali mencari sumber gula untuk mendapatkan sensasi yang sama.

Pola tersebut dapat membentuk kebiasaan mengonsumsi makanan atau minuman manis secara berulang. Jika terus berlangsung, konsumsi gula dapat menjadi berlebihan dan sulit dikendalikan.

Baca Juga: Prabowo Panggil Kepala Bakom ke Hambalang, Bangun Komunikasi Lebih Dekat dengan Masyarakat

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.