BGN: 116 Juta Warga Indonesia Masih Kekurangan Kalori dan Protein

AKURAT.CO Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengungkapkan sekitar 40 persen penduduk Indonesia atau sekitar 116 juta jiwa masih mengalami kekurangan asupan kalori dan protein.
Kelompok tersebut merupakan masyarakat yang berada pada kuintil 1 dan kuintil 2 atau lapisan ekonomi terbawah.
"Sebanyak kurang lebih 40 persen penduduk Indonesia yang berada di kuintil 1 dan kuintil 2 mengalami kekurangan kalori dan protein. Kasarannya, kurang makan. Ini menyedihkan, tetapi merupakan realita yang harus kita hadapi," kata Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2026).
Menurut Sudaryono, data yang bersumber dari Kementerian Kesehatan itu menjadi dasar evaluasi sekaligus pijakan BGN dalam menjalankan program perbaikan gizi nasional.
"Kurang lebih 116 juta orang kita masih kekurangan makan atau, secara sederhana, masih lapar. Asupan yang dikonsumsi lebih sedikit dibanding kebutuhan aktivitasnya," ujarnya.
Selain itu, BGN juga menggunakan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 untuk memetakan wilayah prioritas intervensi.
Berdasarkan data tersebut, terdapat 20 kabupaten/kota dengan prevalensi stunting rendah, 182 kabupaten/kota kategori sedang, 220 kabupaten/kota kategori tinggi, dan 92 kabupaten/kota kategori sangat tinggi.
Data tersebut akan menjadi acuan BGN dalam memprioritaskan penanganan di daerah dengan angka stunting tinggi.
"Kami ingin memastikan intervensi gizi diberikan secara tepat, khususnya di daerah yang angka stuntingnya tinggi dan sangat tinggi," katanya.
BGN juga akan memetakan keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dapur yang telah tersedia di wilayah prioritas akan segera dioperasikan, sementara daerah yang belum memiliki fasilitas akan menjadi fokus pengembangan berikutnya.
Baca Juga: Viral Siswa Makan MBG di Depan Kelas Roboh, BGN: Sekolah Sudah Rusak Sebelum Program Berjalan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 10Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik








