Ini 5 Penyebab Seseorang Sangat Sulit Mengambil Keputusan

AKURAT.CO Setiap hari kita membuat keputusan di antara banyaknya pilihan yang dihadapi. Mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi kita akan dipaksa untuk segera mengambil keputusan yang benar.
Oleh karena itu kita cukup terbiasa untuk mengambil keputusan yang cepat dan tepat.
Walaupun begitu masih banyak di antara kita yang sulit dalam mengambil keputusan dengan cepat dan akurat.
Ketika seseorang menghadapi suatu permasalahan dengan berbagai macam pilihan, seseorang cenderung kesulitan dalam mengambil keputusan dan berakhir membuat keputusan yang tidak benar.
Baca Juga: Sapu Bersih Gelar Juara Dunia MotoGP 2025, Rekrut Marc Marquez Keputusan Jenius Ducati
Kenapa seseorang bisa sangat sulit mengambil keputusan? Apa penyebab seseorang sulit dan cenderung salah dalam mengambil keputusan?
1. Takut Salah
Setiap orang ketika membuat keputusan akan menghindari mengambil keputusan yang berakhir buruk dan merugikan. Perasaan takut salah ini secara psikologis ini termasuk ke dalam kondisi loss aversion.
Loss Aversion adalah kondisi di mana otak akan merespon lebih kuat dampak buruk dan kerugian yang diterima daripada keuntungan ketika membuat keputusan.
Dampaknya, seseorang akan menimbang terlalu lama sembari menentukan sembari mencari pilihan yang yang di anggap sempurna.
2. Perfeksionisme
Dalam pandangan psikologis, perfeksionisme erat hubungannya dengan rasa takut akan penilaian orang lain dengan cara menetapkan standar yang terkadang dianggap tidak realistis.
Seorang perfeksionis cenderung menginginkan semua aspek berjalan dengan benar dan ideal. Sifat inilah yang mengakibatkan seseorang terlalu takut mengambil keputusan.
Perfeksionisme akan sering menunda dalam memutuskan sesuatu karena tidak ingin memulai dengan mengambil pilihan yang salah yang akhirnya menghabiskan waktu yang lama.
Mereka akan mulai mengambil keputusan berdasarkan data dan masukan yang dia minta tanpa henti.
3. Overthinking
Orang yang takut salah akan memikirkan pilihan yang mereka buat dengan berlebihan. Ketika otak menerima banyak informasi, maka akan terjadi analysis paralis.
Analiysis Paralis adalah kondisi di mana seseorang melakukan analisa secara berlebihan dan berakhir tidak bisa mengambil keputusan karena takut salah dan berusaha mencari suatu kesempurnaan. Hal inilah yang dapat menyebabkan tekanan pada otak.
Bagian otak prefrontal cortex yang berfungsi sebagai pengambilan keputusan akan bekerja sangat keras dalam mencari pemecahan masalah terbaik akibatnya tubuh akan lelah secara mental.
4. Kurang Percaya Diri
Jika seseorang tidak yakin dan meragukan dirinya sendiri dia akan cenderung meragukan terhadap penilaian yang dia buat. Orang yang seperti ini pada akhirnya akan bergantung pada pendapat orang lain yang di anggap baik.
Self-Doubt atau keraguan diri ini akan bertindak sebagai penghalang diri dan melumpuhkan kemampuan diri bahkan terhadap hal kecil sekalipun.
Kebiasaan meragukan ini biasanya disebabkan oleh kejadian masa lalu yang membuatnya tidak percaya diri dan akhirnya mulai meragukan diri sendiri karena takut salah dalam mengambil keputusan.
Baca Juga: Aryono Miranat: Bagas/Fikri Kurang Percaya Diri, Banyak Pukulan Ragu-Ragu Dan Kesalahan Sendiri
5. Pengaruh Emosi Negatif
Jika otak terlalu bekerja keras akan menimbulkan tekanan pada otak akibatnya otak akan mengakibatkan stres berlebihan.
Stres kronis akan meningkatkan hormon kortisol yang nantinya akan menyulitkan seseorang dalam mengambil keputusan yang rasional.
Akibatnya otak akan lebih berfokus pada ancaman dan hal buruk yang akan terjadi sehingga sulit dalam berpikir jernih dan lebih objektif.
Sulit dalam mengambil keputusan bukan berarti tidak pintar akan tetapi adanya pengaruh dari faktor-faktor tertentu seperti adanya tekanan psikologis yang menyebabkan emosi tidak stabil ketika mengambil keputusan.
Selain itu pola pikir yang terbentuk dari pengalaman negatif akan mempengaruhi seseorang dalam membuat pilihan.
Jika pilihan yang dibuat selalu berakhir buruk maka seseorang akan lebih berhati-hati dan berpikir lebih keras agar terhindar dari dampak buruk pilihan yang salah.
Fikhra Azmi (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 6Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 7Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat
- 10Panggil Bahlil ke Istana, Prabowo Terima Laporan Penguatan Tata Kelola Migas dan Peningkatan Layanan Energi








