AKURAT.CO Osteoporosis adalah kondisi di mana tulang kehilangan kekuatan dan kepadatannya, menjadikannya lebih rentan terhadap keretakan bahkan akibat tekanan ringan. Penyakit ini bersifat progresif dan kronis: massa tulang menurun seiring waktu, sehingga struktur internal tulang menjadi rapuh.
Secara fisiologis, tulang adalah jaringan hidup yang terus-menerus mengalami pembentukan dan kerusakan ulang. Pada osteoporosis, laju pembentukan tulang baru tidak mampu menggantikan tulang lama yang hilang, sehingga ketidakseimbangan ini menyebabkan kelemahan struktur tulang.
Baca Juga: Osteoporosis Mengintai, Kenali Penyebabnya Termasuk Keseringan MagerBeberapa faktor risiko yang mempengaruhi kemungkinan seseorang mengembangkan osteoporosis antara lain:
-
Usia: setelah usia tiga puluh lima tahun ke atas, kemampuan tubuh membentuk tulang baru mulai melemah.
-
Jenis kelamin: wanita cenderung memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan pria.
-
Genetika dan ras: individu dengan riwayat keluarga osteoporosis maupun yang berasal dari ras Asia atau kulit putih memiliki risiko lebih besar.
-
Gaya hidup dan faktor eksternal: kurang aktivitas fisik, kekurangan vitamin D atau kalsium, merokok, serta penggunaan obat tertentu juga dapat mempercepat pengeroposan tulang.
Gejala osteoporosis sering kali tidak jelas di tahap awal. Namun, saat tulang sudah sangat melemah, seseorang bisa mengalami patah tulang akibat trauma ringan, nyeri punggung atau pinggang, penurunan tinggi badan secara bertahap, hingga adanya retakan kecil pada tulang yang sebelumnya tidak tampak.
Jika tidak ditangani, osteoporosis membawa konsekuensi serius.
Patah tulang terutama pada pinggul, pergelangan tangan, dan tulang belakang menjadi lebih mudah terjadi. Kondisi ini juga bisa memicu gangguan pada sendi, memperburuk risiko penyakit jantung, serta memicu penurunan mobilitas dan kualitas hidup.
Dalam kasus patah tulang pinggul, risiko komplikasi selama tahun pertama cukup tinggi, termasuk kematian pada beberapa kasus.
Baca Juga: Ingat Girls! Diet Ekstrim Sebabkan Osteoporosis
Untuk mencegah atau memperlambat proses osteoporosis, diperlukan gaya hidup sehat: diet kaya kalsium dan vitamin D, olahraga beban (weight-bearing exercise), serta menghindari faktor risiko seperti merokok dan konsumsi alkohol berlebihan.
Diagnosis dini dan penanganan tepat menjadi kunci menjaga kesehatan tulang di masa tua.
Dinda NS (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor PSG vs Barcelona, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 4Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 5Kalender Jawa 19 Oktober 2026: Watak Weton Senin Wage Dikenal Jujur dan Tenang
- 6Jalur Alternatif Demo Jakarta Hari Ini 20 Oktober 2026, Cek Rute Pengalihan Arus!
- 7Djarot Pilih Hak Menyatakan Pendapat soal Ijazah Gibran, Kenapa Bukan Hak Angket?
- 8Demo Hari Ini 20 Oktober 2026: Apa Saja 5 Tuntutan yang Dibawa Mahasiswa?
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa









