AKURAT.CO Bau mulut tidak selalu disebabkan oleh masalah gigi atau makanan beraroma menyengat. Kondisi ini juga bisa menjadi tanda adanya gangguan lambung, terutama pada penderita asam lambung atau GERD.
Saat isi lambung naik ke kerongkongan baik berupa asam, sisa makanan, maupun empedu akan timbul aroma asam atau pahit di mulut yang sulit dihilangkan meski sudah menjaga kebersihan gigi.
Baca Juga: Catat! 10 Penyebab Bau Mulut Yang Susah Hilang, Terdapat Bakteri Berbahaya
Penyebab Bau Mulut karena Gangguan Lambung
-
Regurgitasi asam lambung
Katup antara lambung dan kerongkongan (LES) bisa melemah, sehingga isi lambung kembali naik. Cairan ini menimbulkan aroma tidak sedap yang keluar lewat mulut. -
Lambung lambat mengosongkan makanan
Makanan yang tertahan terlalu lama di lambung menghasilkan gas berbau tidak enak. Gas ini keluar melalui sendawa dan memicu bau mulut. -
Kerusakan jaringan tenggorokan dan mulut
Asam yang sering naik dapat merusak jaringan di mulut serta tenggorokan. Kondisi ini memudahkan bakteri berkembang biak dan memperparah bau.
Ciri Bau Mulut dari Asam Lambung
Bau yang muncul cenderung asam atau pahit, berbeda dari bau busuk akibat gigi berlubang atau bau manis yang khas pada penderita diabetes. Napas terasa tidak segar dan terkadang menimbulkan rasa tidak nyaman di kerongkongan.
Baca Juga: Cara Efektif Puasa bagi Penderita Asam Lambung, Simak Tipsnya!
Cara Mengatasi Bau Mulut karena Asam Lambung
-
Periksa ke dokter
Jika bau mulut tidak hilang meski sudah menjaga kebersihan gigi, penting untuk memeriksakan kondisi lambung agar mendapatkan penanganan medis yang tepat. -
Ubah pola makan dan gaya hidup
Hindari makanan pedas, berlemak, atau terlalu asam. Jangan langsung berbaring setelah makan, dan pilih porsi kecil tapi sering agar lambung tidak terlalu penuh. -
Obati penyebab utama
Mengendalikan GERD atau gangguan lambung lain adalah langkah penting agar bau mulut benar-benar hilang. Obat dari dokter, pola makan teratur, serta istirahat cukup membantu meredakan gejala.
Kapan Harus ke Dokter
Segera temui dokter spesialis jika gejala tidak membaik atau semakin parah. Pemeriksaan seperti endoskopi dan uji pH esofagus dapat memastikan kondisi lambung sekaligus menentukan perawatan yang sesuai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









