AKURAT.CO Pemeriksaan kadar obesitas seseorang dari lingkar perut merupakan salah satu metode sederhana namun efektif yang digunakan tenaga medis untuk menilai risiko kesehatan seseorang.
Lingkar perut yang melebihi batas normal seringkali menjadi indikator adanya penumpukan lemak berlebih di area perut yang dapat membahayakan kesehatan.
Semua orang, terutama mereka yang memiliki riwayat keluarga obesitas, tekanan darah tinggi, atau diabetes perlu senantiasa diperiksa. Pemantauan lingkar perut dapat membantu mendeteksi risiko lebih dini, bahkan sebelum gejala penyakit muncul.
Baca Juga: Anak yang Kelebihan Berat Badan Berasal dari Ibu yang Juga Obesitas?
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), batas lingkar perut ideal untuk pria adalah kurang dari 90 cm, sedangkan untuk wanita kurang dari 80 cm. Melebihi angka tersebut dapat mengindikasikan obesitas sentral, yaitu penumpukan lemak di sekitar organ dalam.
Idealnya dilakukan secara rutin, minimal sekali setiap tiga bulan, atau lebih sering jika seseorang memiliki gaya hidup sedentari dan pola makan tinggi kalori. Pemeriksaan ini bisa dilakukan di rumah dengan pita pengukur atau di fasilitas kesehatan.
Pengukuran dilakukan di bagian perut yang sejajar dengan pusar, dalam posisi berdiri tegak, setelah mengembuskan napas. Metode ini membantu mendapatkan ukuran yang lebih akurat.
Lemak di area perut lebih berbahaya dibandingkan lemak di bagian tubuh lain karena dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, hipertensi, dan gangguan metabolik lainnya.
Kombinasi pola makan sehat rendah gula dan lemak jenuh, olahraga teratur seperti jalan cepat atau berenang, serta tidur cukup dapat membantu menurunkan lingkar perut. Menghindari stres juga penting karena hormon kortisol dapat memicu penumpukan lemak di perut.
Baca Juga: Sulitnya Akses pada Makanan Sehat, Sebabkan Obesitas Anak
Dengan memantau lingkar perut secara berkala dan menerapkan gaya hidup sehat, risiko obesitas dan komplikasi kesehatan dapat ditekan. Langkah ini sederhana, murah, dan dapat dilakukan siapa saja tanpa memerlukan peralatan medis yang rumit.
Varadilla Oktavia (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat









