Studi Ungkap Diet Keto Hambat Pertumbuhan Kanker, Tapi ...

AKURAT.CO Para ilmuwan dari Herbert Irving Comprehensive Cancer Center (HICCC) yang dipimpin oleh Wei Gu, PhD, menemukan bahwa meski diet ketogenik bisa memperlambat pertumbuhan tumor primer, tapi justru secara signifikan meningkatkan jumlah metastasis ke paru-paru pada tikus dengan kanker payudara.
Tikus dibagi ke dalam dua kelompok: satu diberi diet keto tanpa karbohidrat, dan satu lagi dengan diet kontrol biasa selama 7 minggu. Hasilnya menunjukkan bahwa tikus yang mengikuti diet keto mengalami penurunan ukuran tumor primer, tetapi jumlah nodul metastatik di paru-paru justru lebih tinggi dibanding kelompok kontrol.
Para peneliti mengidentifikasi peran protein BACH1 sebagai pemicu utama metastasis. Kekurangan glukosa akibat diet keto menyebabkan peningkatan ekspresi gen pro-metastatik yang dimediasi BACH1. Ketika BACH1 dihilangkan melalui knockout genetik, efek metastasis akibat diet keto menghilang sama sekali
Lebih lanjut, disebutkan bahwa stres metabolik dari diet ini meningkatkan protein ATF4, yang ikut berinteraksi dengan BACH1 untuk mengaktifkan gen-gen pro-metastatik
Meski hasil ini berasal dari model hewan, peneliti memperingatkan bahwa diet keto dapat memiliki risiko tersembunyi, terutama bagi pasien kanker. Kombinasi diet dengan terapi penekan BACH1 disebut-sebut sebagai jalur intervensi potensial di masa mendatang, agar efek positif pada pertumbuhan tumor tetap terjaga tanpa risiko metastasis.
Namun, semua ini masih memerlukan uji klinis pada manusia. Peneliti turut menekankan bahwa meski diet keto populer untuk menurunkan berat badan atau terapi medis tertentu (misalnya epilepsi), penerapannya pada pasien kanker perlu diteliti lebih dulu risiko dan manfaatnya secara menyeluruh.
Diet ketogenik pada hasilnya menunjukkan efek ganda: menghambat pertumbuhan tumor primer, tetapi meningkatkan penyebaran sel kanker (metastasis) melalui mekanisme BACH1. Temuan ini mengingatkan pentingnya evaluasi menyeluruh sebelum menerapkan diet keto sebagai strategi tambahan pada pasien kanker.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








