Akurat

Kenali Penyebab Bibir Kering dan Gatal pada Ibu Hamil, PAFI Beri Solusi Pengobatan

Annisa Fadhilah | 23 April 2025, 12:36 WIB
Kenali Penyebab Bibir Kering dan Gatal pada Ibu Hamil, PAFI Beri Solusi Pengobatan

AKURAT.CO Berbicara tentang adanya gangguan kesehatan pada ibu hamil, salah satu yang sering dialami adalah bibir kering dan gatal. Ketika bibir kering dan pecah-pecah, Hal ini menunjukkan bahwa tubuh kekurangan cairan. Namun, masalah ini biasa dialami oleh ibu hamil, terutama selama trimester pertama.

Trimester pertama adalah periode ketika ibu hamil belajar beradaptasi dengan tubuhnya dan belajar tentang cara hidup baru.

PAFI dengan alamat website pafigresikbaru.org adalah salah satu organisasi kesehatan terbesar di Indonesia, yang sangat peduli dengan kesehatan masyarakat.

Persatuan Ahli Farmasi Indonesia berusaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan farmasi, menjaga etika serta standar praktik kefarmasian, Hal ini bertujuan untuk memastikan distribusi obat-obatan berjalan dengan baik, agar masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan berkualitas.

Organisasi kesehatan PAFI aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penyebab bibir kering dan gatal saat hamil, serta rekomendasi obat yang bisa dikonsumsi bagi penderitanya.

Baca Juga: 5 Tips Terhindar dari Bibir Kering Saat Puasa

Apa saja faktor penyebab terjadinya bibir kering dan gatal saat hamil?

Secara umum, bibir kering dan gatal pada bumil adalah kondisi di mana kulit bibir mengalami kekurangan kelembapan sehingga terasa kering, kasar, dan sering kali pecah-pecah atau mengelupas.

Kulit bibir lebih tipis dan sensitif dibandingkan kulit bagian lain karena tidak memiliki kelenjar minyak yang berfungsi melembapkan secara alami, sehingga bibir lebih rentan terhadap kekeringan dan iritasi.

Gejala bibir kering disertai gatal meliputi sensasi kering atau tertarik, pecah-pecah, kulit bibir mengelupas, bahkan pada kasus yang parah bisa disertai luka berdarah, kemerahan, perih, dan bengkak.

Berikut adalah beberapa faktor penyebab terjadinya bibir kering dan gatal selama kehamilan yang perlu diperhatikan meliputi:

1. Perubahan hormon selama kehamilan

Kehamilan menyebabkan perubahan hormon yang signifikan, terutama peningkatan hormon progesteron dan estrogen. Fluktuasi hormon ini mempengaruhi berbagai fungsi tubuh, termasuk kondisi kulit dan bibir.

Hormon yang tidak seimbang dapat menyebabkan kulit dan bibir menjadi lebih kering, sensitif, dan rentan terhadap iritasi. Kulit bibir yang tipis dan kurang terlindungi pun lebih mudah mengalami kekeringan dan rasa gatal.

2. Dehidrasi dan kekurangan cairan

Ibu hamil memerlukan asupan cairan yang lebih banyak dibandingkan kondisi normal untuk memenuhi kebutuhan tubuh sendiri dan janin.

Jika asupan air putih tidak cukup, tubuh mengalami dehidrasi yang menyebabkan kulit dan bibir kehilangan kelembapan alaminya.

Bibir yang kekurangan cairan akan terasa kering, pecah-pecah, dan kadang menimbulkan rasa gatal akibat iritasi pada lapisan kulit bibir.

3. Peningkatan volume darah dan retensi air

Selama kehamilan, volume darah meningkat hingga 30-50% untuk mendukung suplai oksigen dan nutrisi ke janin. Selain itu, tubuh juga mengalami retensi air (penumpukan cairan) yang menyebabkan pembengkakan (edema) pada beberapa bagian tubuh, termasuk wajah dan bibir. Peregangan kulit akibat pembengkakan ini dapat mengurangi elastisitas dan kelembapan kulit bibir, sehingga menyebabkan bibir kering, pecah-pecah, dan terkadang gatal.

4. Paparan lingkungan dan cuaca ekstrem

Cuaca panas, kering, atau dingin yang ekstrem dapat memperparah kondisi bibir kering saat hamil.

Udara yang kering, angin kencang, dan paparan sinar matahari langsung dapat menghilangkan kelembapan alami pada bibir. Karena bibir tidak memiliki kelenjar minyak, mereka lebih rentan terhadap kekeringan dan iritasi. Paparan sinar UV juga dapat menyebabkan inflamasi ringan yang memicu rasa gatal.

5. Kekurangan nutrisi

Kehamilan meningkatkan kebutuhan nutrisi seperti vitamin B kompleks (terutama B2 dan B6), zat besi, dan zinc. Kekurangan nutrisi ini dapat menyebabkan kulit dan bibir menjadi kering, pecah-pecah, dan rentan terhadap peradangan serta gatal.

Baca Juga: Sinergi Repdem dan KOPMAS Wujudkan Sarapan Bergizi Gratis untuk Balita dan Ibu Hamil

Apa saja obat yang tepat untuk mengobati bibir kering dan gatal saat hamil?

PAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia) telah melakukan penelitian lanjut mengenai penyebab utama bibir kering dan gatal pada ibu hamil. Berikut adalah beberapa jenis obat yang umum digunakan untuk mengurangi gejala bibir kering dan gatal saat hamil serta membantu mengelola kondisi tersebut meliputi:

1. Caladine lotion

Lotion ini mengandung calamine dan diphenhydramine yang efektif meredakan gatal, kemerahan, dan rasa panas akibat iritasi kulit. Meski biasanya digunakan untuk kulit tubuh, Caladine bisa membantu mengurangi rasa gatal yang menyertai bibir kering selama kehamilan.

2. Dermacoid krim

Krim kortikosteroid ringan ini dapat digunakan jika bibir mengalami peradangan, kemerahan, atau pembengkakan yang disertai gatal. Namun, penggunaannya harus dengan rekomendasi apoteker karena penggunaan kortikosteroid selama kehamilan harus diawasi.

3. Antihistamin

Cetirizine adalah salah satu obat oral dari golongan antihistamin yang mungkin diresepkan oleh apoteker. Obat ini dapat meredakan gatal dengan menghambat zat histamin penyebab gatal dan kemerahan. Keduanya aman dikonsumsi ibu hamil dengan mengikuti dosis anjuran dari apoteker atau petunjuk kemasan.

Selain mengonsumsi obat-obatan, beberapa cara lain untuk mengurangi bibir kering dan gatal saat hamil adalah minum air yang cukup dan gunakan lip balm ber-SPF.

Lip balm dapat melindungi bibir dari sinar UV mencegah kerusakan dan kekeringan lebih lanjut. Penting untuk selalu berkonsultasi dengan apoteker agar mendapatkan rekomendasi obat serta dosis yang sesuai.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.