5 Tanda Kepribadian Orang Sukses Tapi Tidak Sepenuhnya Bahagia

AKURAT.CO Kebahagiaan dan kesuksesan merupakan dua kata yang memiliki makna positif dan yang paling sering digunakan selama kehidupan manusia, khususnya dalam pencapaian hidup.
Apakah makna dari kedua kata tersebut sama?
Menurut psikologi, belum tentu seperti itu.
Seseorang bisa saja sukses, memiliki pencapaian karir yang bagus, prestasi yang meningkat, namun tidak menjamin kebahagiaan di dalamnya.
Fakta di lapangan menunjukkan kesuksesan dapat menjadi bahan samaran bagi ketidakbahagiaan yang ada dalam diri seseorang.
Hal ini merupakan paradoks yang paling sering dialami oleh manusia secara langsung.
Artikel ini membahas tanda-tanda kepribadian seseorang yang mungkin sukses namun tidak sepenuhnya bahagia.
Apakah Anda salah satunya? Ini saatnya melihat lebih dalam tentang kehidupan Anda yang sebenarnya.
Baca Juga: Temukan Dirimu! Tes Kepribadian Berdasarkan Bentuk Telinga Mengungkap Sifat Tersembunyi Kamu
1. Anda tidak berhenti ambisius pada hal besar
Kesuksesan ibarat seseorang sedang berolahraga di atas treadmill, yang artinya tidak pernah berakhir, selalu melaju ke depan dan berjuang terus mencapai tujuan-tujuan berikutnya.
Apa yang terjadi jika kemenangan tersebut mulai pudar?
Psikologi menjelaskan bahwa ini merupakan tanda umum dari tidak adanya kebahagiaan yang menjadi dasar kehidupan manusia.
Situasi ini biasa disebut dengan hedonic treadmill yang artinya gagasan dimana seseorang dengan cepat kembali ke tingkat kebahagiaan yang relatif konstan meskipun ada peristiwa perubahan hidup yang besar.
Ingat, kesuksesan pada dasarnya bukan tolak ukur dalam kebahagiaan. Kesuksesan memang tujuan setiap orang namun dengan porsi yang sewajarnya saja.
2. Anda merasa jauh dari orang-orang terdekat
Orang yang telah sukses sering kali menghabiskan sepanjang waktunya untuk bekerja, bahkan fokusnya juga ada pada pekerjaan tersebut.
Namun seringnya, sifat professional tersebut kian makin menggerogoti secara perlahan hidup seseorang dalam gelembung isolasi diri.
Hal ini tidak lain muncul karena adanya rasa kesepian di balik raga individu yang sukses.
Psikologi juga membenarkan situasi tersebut kerap dialami dari sebagian orang sukses yang ada di dunia ini.
Sebagai manusia penting untuk menggunakan profesionalitas dalam bekerja, namun hal tersebut harus dilakukan sesuai dengan porsi yang sewajarnya, sehingga manusia tetap bisa memiliki waktu dengan orang terdekat.
3. Anda kurang memperhatikan perawatan diri
Seseorang yang mengejar kesuksesan sering kali mengesampingkan kesehatan dan kesejahteraan.
Seperti pada poin sebelumnya, tidak adanya waktu yang tersedia di luar dari pekerjaan membuat manusia tersebut juga tidak sempat untuk memperhatikan kebutuhan diri.
Sebuah penelitian berjudul The Effect of Long Working Hours and Overtime on Occupational Health: A Meta-Analysis of Evidence from 1998 to 2018 mengungkapkan bahwa orang bekerja dalam kurun waktu lebih dari 50 jam per minggu dominan memiliki kesehatan fisik dan mental yang rendah.
Baca Juga: 8 Tanda Kepribadian Kuat yang Bukan Narsisisme: Apa Bedanya?
4. Anda sering cemas dan stres berlebih
Stres dan cemas secara umum merupakan bagian dari kehidupan aktivitas manusia, terkhusus para pekerja dengan pencapaian yang tinggi juga secara tidak langsung memiliki tanggung jawab dan resiko yang besar. Dan hal inilah yang menjadi biang munculnya perasaan tertekan.
Psikologi menunjukkan, seseorang yang mengalami stres kronis akan lebih mudah untuk terjangkit penyakit yang lain, seperti penyakit jantung, pencernaan hingga mental.
Sebagai manusia dengan penuh tanggung jawab alangkah baiknya jika anda berusaha mengevaluasi diri anda lebih dalam, selain dari tanggung jawab pekerjaan.
5. Anda serasa bukan menjadi diri sendiri
Orang sukses seperti apa yang dibahas dalam beberapa poin sebelumnya cenderung menggunakan topeng samaran bagi dirinya sendiri selama beraktivitas.
Hal ini didasari dari sifat professional yang tertanam dalam diri sehingga menjadikan pribadi yang ingin menutupi segala kekurangan, di mata publik.
Psikologi menyebut peristiwa ini merupakan sindrom menipu, di mana meskipun ada kompetensi yang mereka mampu, mereka kerap menutup mata dengan hal tersebut. (Berlian Rahmah Dewanto)
Baca Juga: Tak Terduga, 4 Bentuk Kaki Ini Ternyata Punya Arti Mendalam Tentang Kepribadian Tersembunyi Kamu!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat







