Minum Kopi dan Teh Dapat Kurangi Risiko Kanker Kepala dan Leher, Studi Ungkap Manfaatnya

AKURAT.CO Kebiasaan minum kopi atau teh ternyata memiliki kaitan dengan penurunan risiko kanker di area kepala dan leher, seperti mulut, tenggorokan, hidung, dan laring.
Temuan ini diungkap dalam sebuah studi terbaru yang dipublikasikan di Cancer, jurnal milik American Cancer Society, sebagaimana dikutip dari Antara, Kamis (26/12/2024).
Penelitian yang melibatkan analisis dari 14 studi internasional oleh Konsorsium Epidemiologi Kanker Kepala dan Leher Internasional ini menunjukkan bahwa konsumsi rutin kopi atau teh memiliki dampak signifikan dalam mengurangi risiko kanker di bagian-bagian tersebut.
Orang yang minum lebih dari empat cangkir kopi berkafein per hari memiliki risiko 17 persen lebih rendah terkena kanker kepala dan leher.
Selain itu, risiko kanker rongga mulut menurun hingga 30 persen, dan risiko kanker orofaring turun sebesar 22 persen.
Yang lebih menarik, konsumsi tiga hingga empat cangkir kopi setiap hari dapat menurunkan risiko kanker hipofaring hingga 41 persen.
Baca Juga: NBA Hari Ini: Lakers Bungkam Warriors di Chase Center, Reaves Jadi Penentu Kemenangan
Bahkan, kopi tanpa kafein juga memberikan manfaat. Konsumsi satu cangkir kopi tanpa kafein per hari mampu mengurangi risiko kanker rongga mulut hingga 25 persen.
Untuk peminum teh, konsumsi hingga satu cangkir sehari dikaitkan dengan penurunan risiko kanker kepala dan leher sebesar 9 persen serta pengurangan risiko kanker hipofaring hingga 27 persen.
Namun, konsumsi teh lebih dari satu cangkir per hari justru berpotensi meningkatkan risiko kanker laring sebesar 38 persen.
Penelitian ini menunjukkan hubungan dosis-respons yang signifikan. Artinya, semakin tinggi konsumsi kopi berkafein, semakin besar dampaknya dalam mengurangi risiko kanker kepala dan leher, termasuk semua subkategori kankernya.
Hal yang sama berlaku pada konsumsi teh, meski dengan catatan adanya risiko peningkatan kanker laring jika konsumsi berlebihan.
Dr. Yuan-Chin Amy Lee, penulis utama studi ini, menjelaskan bahwa temuan ini memperjelas manfaat dari kebiasaan minum kopi dan teh, namun juga menyoroti perlunya penelitian lebih lanjut.
Baca Juga: Indonesia sebagai Episentrum Peradaban Purba: 130 Tahun Pithecanthropus Erectus
"Kopi dan teh memiliki hubungan yang kompleks dengan risiko kanker. Studi ini membantu kami memahami dampak positif konsumsi minuman ini, termasuk manfaat dari kopi tanpa kafein, yang sebelumnya kurang disoroti," ujar Dr. Lee.
Studi ini menjadi dorongan bagi penelitian lanjutan untuk menggali lebih dalam tentang bagaimana senyawa dalam kopi dan teh dapat memengaruhi risiko kanker secara spesifik.
Meski begitu, para peneliti mengingatkan bahwa kebiasaan sehat lainnya, seperti pola makan seimbang dan tidak merokok, juga tetap menjadi bagian penting dalam pencegahan kanker.
Temuan ini menjadi kabar baik bagi penikmat kopi dan teh, dengan catatan bahwa konsumsi tetap dilakukan secara moderat.
Minuman ini, selain menawarkan kenikmatan, juga dapat menjadi bagian dari langkah kecil menuju gaya hidup lebih sehat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








