Akurat

IDI Botawa Beri Informasi Pengobatan Penyakit Sifilis

Annisa Fadhilah | 7 Desember 2024, 09:46 WIB
IDI Botawa Beri Informasi Pengobatan Penyakit Sifilis

AKURAT.CO Sifilis merupakan salah satu penyakit yang dapat menyerang sebagian wanita di Indonesia. Jumlah penderita sifilis di Indonesia mencapai 20.783 kasus. Jumlah ini mengalami peningkatan hingga 60 hingga 70 persen dalam lima tahun terakhir, sejak 2018 yang tercatat sebanyak 12.484 kasus. Sifilis, yang juga dikenal sebagai penyakit raja singa.

Baca Juga: Infeksi Sifilis di Jepang Capai 6.000 Kasus, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Ikatan Dokter Indonesia Cabang Botawa dengan alamat website idibotawa.org menjelaskan bahwa sifilis merupakan sebuah. Penyakit yang dapat ditularkan melalui kontak seksual dan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan jika tidak diobati.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Botawa adalah dr. Samuel Yawi. Di bawah kepemimpinannya, IDI Botawa berfokus pada peningkatan pelayanan kesehatan dan edukasi di Kabupaten Waropen, Papua, terutama di daerah terpencil yang memiliki akses terbatas ke fasilitas medis..

IDI Botawa selanjutnya melakukan penelitian terkait penyakit sifilis, apa saja penyebab seseorang mengidap penyakit sifilis kemudian rekomendasi obat yang dapat diberikan bagi penderitanya.

Apa saja penyebab utama terjadinya penyakit sifilis?

IDI Botawa menjelaskan bahwa penyakit sifilis, atau yang dikenal sebagai raja singa, disebabkan oleh infeksi bakteri treponema pallidum. Penyebaran penyakit ini terutama terjadi melalui aktivitas seksual, termasuk hubungan seksual vaginal, anal, dan oral. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab utama terjadinya sifilis meliputi:

1. Adanya infeksi bakteri

Faktor utama penyakit sifilis adalah infeksi bakteri di area organ intim. Penyakit sifilis disebabkan oleh bakteri treponema pallidum, yang dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka kecil atau lecet pada kulit atau selaput lendir saat berhubungan seksual dengan orang yang terinfeksi.

2. Adanya kontak seksual

Sifilis lebih umum menular melalui hubungan seksual, baik itu penetrasi vaginal, anal, maupun oral. Kontak dengan lesi terbuka pada penderita dapat menyebabkan penularan bakteri.

3. Penularan dari ibu ke bayi

Sifilis juga dapat ditularkan dari ibu hamil kepada janin selama kehamilan atau saat persalinan, yang dikenal sebagai sifilis kongenital. Ini bisa mengakibatkan komplikasi serius bagi bayi.

4. Berganti-ganti pasangan seksual

Memiliki banyak pasangan seksual tanpa pemeriksaan kesehatan dapat meningkatkan kemungkinan terpapar infeksi.

Setia dan melakukan hubungan seksual pada satu pasangan dapat menurunkan resiko penyakit sifilis dengan baik.

5. Hubungan seksual tanpa pengaman

Selanjutnya sifilis dapat terjadi jika berhubungan seks tanpa pengaman seperti kondom. Melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan kondom dapat meningkatkan risiko penularan.

Baca Juga: Ternyata Ini 7 Penyebab Kondom Bocor Yang Perlu Diketahui, Kedaluwarsa Sampai Salah Ukuran

Apa saja obat yang direkomendasikan untuk mengobati sifilis?

Pengobatan sifilis umumnya dilakukan dengan menggunakan antibiotik untuk membunuh bakteri penyebab infeksi, yaitu treponema pallidum. Berikut adalah beberapa obat yang direkomendasikan untuk mengobati sifilis meliputi:

1. Penisilin

Obat antibiotik yang bisa dokter resepkan untuk mengatasi sifilis adalah Penisilin.

Penisilin merupakan terapi utama untuk semua stadium sifilis dan sangat efektif dalam mengatasi infeksi ini. Untuk sifilis tahap awal, biasanya diberikan suntikan dosis tunggal.

Pada sifilis laten yang lebih berat, dosis tambahan mungkin diperlukan.

2. Doxycycline

Obat selanjutnya yang direkomendasikan adalah Doxycycline. Doxycycline sering direkomendasikan bagi pasien yang alergi terhadap penisilin dan memiliki tingkat kepatuhan yang lebih baik karena hanya perlu diminum dua kali sehari.

Sebelum pengobatan dimulai, dokter biasanya melakukan pemeriksaan untuk memastikan diagnosis dan menentukan stadium penyakit.

Pengobatan sifilis yang tepat dan cepat sangat penting untuk mencegah komplikasi serius.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.