Para Ahli Ungkap Diet Tinggi Lemak Perburuk Kecemasan

AKURAT.CO Studi terbaru dari University of Colorado Boulder menunjukkan bahwa diet tinggi lemak dapat memperburuk kecemasan.
Banyak orang sering beralih ke makanan berlemak atau junk food saat merasa stres. Namun, penelitian ini mengungkapkan bahwa pilihan tersebut mungkin justru meningkatkan masalah kecemasan.
Penelitian yang dipimpin oleh Profesor Christopher Lowry ini menemukan bahwa konsumsi makanan tinggi lemak dapat mengganggu keseimbangan bakteri usus. Perubahan ini berdampak pada bahan kimia otak yang berhubungan dengan kecemasan.
"Jika Anda memahami bahwa mereka juga memengaruhi otak Anda dengan cara yang dapat meningkatkan kecemasan, itu membuat taruhannya lebih tinggi," kata Profesor Lowry, dikutip dari Metro.co.uk, Senin (19/8/2024).
Dalam studi ini, tikus remaja diberi diet tinggi lemak selama sembilan minggu. Hasilnya menunjukkan bahwa tikus yang mengonsumsi diet tinggi lemak mengalami peningkatan berat badan serta perubahan signifikan pada mikrobioma usus mereka.
Selain itu, tiga gen yang terkait dengan produksi serotonin, hormon yang berhubungan dengan suasana hati, menunjukkan aktivitas lebih tinggi pada kelompok diet tinggi lemak.
Serotonin dikenal sebagai hormon 'perasaan baik', namun beberapa sel saraf yang diaktifkan oleh serotonin dapat memicu respons kecemasan.
Salah satu gen yang terpengaruh, triptofan hidroksilase (tph2), terkait dengan gangguan suasana hati dan risiko bunuh diri pada manusia.
Profesor Lowry juga mencurigai bahwa mikrobioma usus yang tidak sehat akibat diet tinggi lemak dapat merusak lapisan usus, memungkinkan bakteri masuk ke aliran darah dan berinteraksi dengan otak melalui saraf vagus.
Untuk mencegah dampak negatif ini, ahli merekomendasikan konsumsi lemak sehat yang terdapat dalam makanan seperti alpukat, kacang-kacangan dan ikan. Lemak sehat ini, selain baik untuk otak, juga memiliki sifat anti-inflamasi yang bermanfaat.
Dengan demikian, penting untuk bijak dalam memilih jenis lemak yang dikonsumsi untuk menjaga kesehatan mental dan fisik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 10Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu








