Mikroplastik Ditemukan di Penis, Ancaman Baru bagi Kesuburan Pria?

AKURAT.CO Para ilmuwan telah menemukan mikroplastik di jaringan penis manusia untuk pertama kalinya, menimbulkan kekhawatiran mengenai dampaknya pada kesehatan seksual.
Studi yang diterbitkan di jurnal Nature IJIR ini meneliti sampel dari enam pria yang menjalani operasi disfungsi ereksi. Hasilnya, mikroplastik ditemukan di 80 persen sampel tersebut.
Penelitian yang dipimpin oleh Dr. Ranjith Ramaswamy ini mengidentifikasi tujuh jenis mikroplastik, termasuk polietilen tereftalat dari kemasan makanan dan polipropilen dari botol plastik.
"Kami mengidentifikasi mikroplastik di penis pria dengan disfungsi ereksi, yang tidak normal ditemukan di penis," kata Dr. Ramaswamy, dikutip dari Metro.co.uk, Jumat (21/6/2024).
Mikroplastik, partikel plastik kecil yang berukuran kurang dari lima milimeter, telah ditemukan di berbagai bagian tubuh manusia seperti jantung dan pembuluh darah. Mereka dapat masuk ke tubuh melalui konsumsi, inhalasi, atau kontak kulit dan diketahui dapat menyebabkan efek toksik.
Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa mikroplastik dapat menurunkan jumlah dan kualitas sperma, yang berkontribusi pada penurunan kesuburan pria secara global. Para peneliti menekankan perlunya penelitian lebih lanjut untuk memahami sejauh mana mikroplastik mempengaruhi kesehatan seksual pria.
Sampel jaringan yang dianalisis dalam penelitian ini berasal dari pasien yang menjalani operasi prostesis penis tiup. Menggunakan mikroskop inframerah dan elektron, para ilmuwan menemukan mikroplastik berukuran antara 20 hingga 500 mikrometer di sebagian besar sampel.
Mereka menyatakan bahwa peningkatan aliran darah dan ekspansi jaringan selama ereksi bisa membuat penis lebih rentan terhadap penumpukan mikroplastik.
Temuan ini semakin memperkuat kekhawatiran tentang dampak mikroplastik terhadap lingkungan dan kesehatan manusia.
Dengan produksi plastik yang terus meningkat sejak 1950-an dan fakta bahwa plastik membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai, masalah ini menjadi semakin mendesak.
Para peneliti berharap studi lebih lanjut dapat mengungkap lebih banyak tentang hubungan antara paparan mikroplastik dan masalah kesehatan seksual seperti disfungsi ereksi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







