Peran MPASI dalam Membangun Fondasi Kesehatan dan Mencegah Obesitas Anak

AKURAT.CO Masyarakat saat ini menghadapi tiga masalah gizi utama yang dikenal sebagai triple burden of malnutrition.
Demikian disampaikan Guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), Prof. Dr. dr. Aryono Hendarto, SpA(K), kepada wartawan, Jumat (29/3/2024).
Dia menjelaskan, data Status Gizi Indonesia 2022 menunjukkan peningkatan kejadian obesitas anak dalam empat dekade yang mengalami peningkatan sebesar 10 kali lipat.
"Mengingat obesitas sangat sulit untuk diatasi, pencegahan merupakan prioritas yang harus dilakukan sedini mungkin. Mulai dari periode pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI)," ujar Prof. Aryono.
Baca Juga: Bayi Rentan Stunting Saat Transisi dari ASI Eksklusif ke MPASI
"Pada periode ini anak mulai membentuk selera makan, preferensi makanan dan metabolisme yang penting dalam membentuk dasar kesehatan mereka di masa depan. MPASI yang diberikan sebaiknya dimulai saat bayi sudah mencapai usia enam bulan," sambungnya menjelaskan.
Menurut Prof. Aryono, menjadi suatu hal yang penting untuk menghindari kesalahan dalam memberikan MPASI.
"Penting untuk menghindari beberapa kesalahan dalam pemberian MPASI yang dapat meningkatkan risiko obesitas. Pemberian MPASI yang tidak sesuai dengan tahapan usia anak, misalnya memberikan makanan dewasa seperti snack yang bukan khusus bayi bisa menyebabkan obesitas karena kalori yang lebih tinggi dari kebutuhan bayi. Agar terhindar dari obesitas, salah satu asupan yang harus benar-benar diperhatikan adalah gula," paparnya.
Bagi orang tua yang memiliki keterbatasan waktu dan khawatir dalam memenuhi kebutuhan zat gizi makro dan mikro anak, MPASI fortifikasi dapat menjadi pilihan untuk si kecil.
Baca Juga: Nutrisi MPASI Bisa Jadi Pendukung Perkembangan Kecerdasan Anak
Salah satu keunggulan MPASI fortifikasi adalah memiliki kandungan gizi yang terukur dan seimbang, termasuk zat besi dan gula yang disesuaikan dengan kebutuhan di setiap tahapan usia anak.
Karenanya, produk MPASI fortifikasi dilengkapi dengan label rekomendasi usia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat







