Akurat

Kenali Bahaya Terlalu Sering Mengonsumsi Makanan Yang Dibakar, Ternyata Bisa Timbulkan Penyakit Ini

Tria Sutrisna | 25 Oktober 2023, 16:38 WIB
Kenali Bahaya Terlalu Sering Mengonsumsi Makanan Yang Dibakar, Ternyata Bisa Timbulkan Penyakit Ini

AKURAT.CO Mengonsumsi makanan yang dibakar ternyata kurang baik untuk kesehatan tubuh. Mengonsumsi makanan yang dibakar, terutama jika dibakar atau dipanggang dengan suhu yang sangat tinggi atau hingga menghasilkan arang, dapat meningkatkan risiko kesehatan.

Memasak dengan cara dibakar atau dipanggang adalah metode memasak tanpa minyak yang populer dan mudah, efek buruk dari mengonsumsi makanan yang diproses dengan cara dibakar atau dipanggang dapat berdampak negatif pada kesehatan tubuh.

Proses pemanggangan atau pembakaran makanan pada suhu tinggi dapat menghasilkan senyawa kimia berbahaya, seperti heterosiklik amina (HCA) dan senyawa polisiklik aromatik hidrokarbon (PAH), yang terkait dengan peningkatan risiko kanker dan penyakit kronis lainnya.

Baca Juga: 5 Cara Meminimalisir Dampak Kesehatan dari Makanan yang Dibakar

Maka dari itu, penting untuk kenali bahaya terlalu sering mengonsumsi makanan yang dibakar, berikut adalah beberapa jenis penyakit terkait dengan konsumsi makanan yang proses dengan cara dibakar atau dipanggang. Simak yuk!

  1. Kanker

Senyawa-senyawa berbahaya seperti HCA dan PAH yang dihasilkan selama proses memanggang dan pembakaran dapat meningkatkan risiko kanker, terutama kanker usus besar, lambung, dan hati.

  1. Penyakit Kardiovaskular

Konsumsi makanan yang terlalu sering dipanggang dan mengandung lemak jenuh tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

  1. Diabetes 

Makanan yang terlalu gosong atau terlalu cokelat dapat mengandung senyawa yang berkontribusi pada resistensi insulin, yang dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Makan terlalu banyak natrium dari bumbu bakar akan menempatkan seseorang pada risiko tekanan darah tinggi. Sementara kandungan gula yang tinggi pada bumbu bakar akan berefek pada peningkatan diabetes

  1. Kandungan Gizi Berkurang

Daging adalah sumber protein yang penting dalam makanan manusia. Namun, cara memasak daging, terutama pada suhu tinggi atau hingga menghasilkan arang, dapat menghilangkan sebagian nutrisi, termasuk protein.

Untuk menjaga kandungan protein dan rasa yang nikmat, memasak daging dengan api kecil dalam waktu yang lebih lama adalah pendekatan yang baik.

Dengan memasak daging dengan cara yang lebih lembut, Anda dapat memastikan bahwa daging matang secara merata dan kandungan proteinnya lebih terjaga.

Ini juga dapat mengurangi pembentukan senyawa berbahaya seperti HCA dan PAH yang dihasilkan selama proses memanggang pada suhu tinggi.

Oleh karena itu, memasak daging dengan api kecil dan perlahan bisa menjadi cara yang lebih sehat dan tetap menjaga kualitas gizi daging.

Mengurangi konsumsi makanan yang diproses dengan cara ini dan memasak dengan cara yang lebih sehat, Anda dapat membantu mengurangi risiko terkena berbagai penyakit kronis dan meningkatkan kesehatan tubuh Anda.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.