Jari Tangan Timbul Lenting Berisi Air? Hindari Faktor Penyebabnya

AKURAT.CO Munculnya lenting-lenting berisi air di jari tangan adalah gejala yang bisa sangat mengganggu aktivitas dan kenyamanan individu sehari-hari.
Kondisi seperti ini di jari tangan disebut sebagai dishidrotik atau dalam istilah medis dikenal sebagai phompolyx.
Lenting-lenting kecil ini biasanya muncul di kulit, terutama pada jari tangan, telapak kaki atau bagian tubuh lainnya. Dan terkadang bisa disertai dengan nanah yang artinya sudah terinfeksi akibat terlalu sering digaruk dan tidak dijaga kebersihannya.
Baca Juga: Potong Kuku dari Jari Tangan Kanan atau Tangan Kiri? Begini Penjelasannya
Mengenal Dishidrotik
Dishidrotik adalah salah satu bentuk dermatitis, yang merupakan istilah umum untuk peradangan kulit, penyakit ini ada karena eksim akibat kontak, kontaknya paling sering disebabkan oleh:
- Metal, termasuk nikel dan lain-lain.
- Paparan zat kimia: kulit yang terpapar bahan kimia tertentu seperti deterjen, sabun cuci piring, pembersih toilet, atau bahan kimia rumah tangga lainnya, dapat mengiritasi kulit dan memicu munculnya lenting-lenting pada kulit. Jika memang hal tersebut terjadi, gunakanlah sarung tangan ketika bekerja dengan bahan-bahan kimia dan pastikan untuk mencuci tangan secara menyeluruh setelahnya.
- Cuaca panas dan lembap: cuaca panas dan lembap juga dapat meningkatkan risiko dishidrotik. Peningkatan suhu dan kelembapan bisa membuat kulit lebih rentan terhadap munculnya lenting-lenting. Pada cuaca panas, pastikan menjaga kulit tetap kering dan menghindari penumpukan kelembapan di dalam sarung tangan atau sepatu.
- Pemicu pribadi: Setiap individu dapat memiliki pemicu pribadi yang memicu dishidrosis mereka. Ini bisa berupa makanan tertentu, minuman alkohol, atau faktor lain yang spesifik bagi individu tersebut. Mengidentifikasi pemicu pribadi ini dan menghindarinya dapat membantu mencegah serangan dishidrosis
- Stres: Stres juga menjadi salah satu faktor penyebab utama dishidrostik. Stres yang berkepanjangan dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh individu dan membuat kulit menjadi lebih rentan terhadap gangguan seperti dishidrosis. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengelola stres dengan baik
- Beberapa individu memiliki kecenderungan genetii terhadap dishidrotik atau bisa juga karena individu memiliki riwayat dermatitis atopik, asma, atau rhinitis.
Baca Juga: Unik, Kiper Asal Brasil Ini Punya 11 Jari Tangan
Pengobatan dan Pencegahan
Cara pengobatannya di rumah bisa dilakukan pengompresan dingin bagian kulit yang bermasalah, tidak menggaruk atau memecahkan lempuannya, dan yang paling penting hindari faktor penyebab di atas yang telah disebutkan.
Untuk mencegahnya, jaga kebersihan kulit, gunakan pelembap untuk menjaga kelembapan, dan hindari mencucui tangan dengan berlebihan untuk mengurangi risiko dishidrotik.
Jika mengalami dishidrotik dan sudah mengupayakan pengobatan rumah, namun masih belum sembuh, segera konsultasikan dengan dokter kulit atau ahli dermatologi untuk diagnosis yang tepat serta perawatan yang sesuai. (Ami Fatimatuz Zahro')
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 7Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang








