AKURAT.CO Kejang pada anak adalah kondisi yang mengkhawatirkan bagi orang tua. Kejang pada anak bisa terjadi tanpa diduga dan memerlukan perhatian medis segera.
Berikut ini 7 penyebab kejang pada anak dikutip dari berbagai sumber, Jumat (22/9/2023).
1. Demam tinggi
Salah satu penyebab kejang paling umum pada anak adalah demam tinggi atau demam kejang (febrile seizures). Kejang ini biasanya terjadi pada anak-anak yang berusia antara 6 bulan hingga 5 tahun.
Hal ini disebabkan oleh peningkatan suhu tubuh yang cepat dan drastis. Meskipun kejang demam umumnya tidak berbahaya, tetapi sangat penting untuk mengawasi anak Anda dan mencari perawatan medis jika terjadi.
2. Epilepsi
Epilepsi adalah kondisi neurologis kronis yang dapat menyebabkan kejang berulang. Ini bisa mempengaruhi anak-anak dari semua usia. Epilepsi disebabkan oleh aktivitas listrik abnormal dalam otak.
Kejang epilepsi dapat beragam, mulai dari kejang kecil hingga kejang besar. Pengobatan yang tepat dan pengawasan medis diperlukan untuk mengelola kondisi ini.
Baca Juga: 6 Cara Yang Benar Mengatasi Kejang Pada Anak
3. Infeksi otak (ensefalitis dan meningitis)
Infeksi otak seperti ensefalitis (radang otak) dan meningitis (radang selaput otak) dapat menjadi penyebab serius kejang pada anak-anak.
Gejala seperti demam tinggi, sakit kepala, dan muntah sering menyertai kondisi ini. Infeksi otak memerlukan perawatan medis segera.
4. Kelainan genetik
Beberapa kelainan genetik yang jarang, seperti sindrom Dravet, dapat menyebabkan kejang pada anak-anak.
Sindrom Dravet biasanya muncul pada usia 6 bulan hingga 2 tahun dan sulit dikendalikan. Ini disebabkan oleh mutasi genetik yang memengaruhi sistem saraf.
Baca Juga: Jangan Panik, Simak Cara Membedakan Kejang Pada Anak dan Penanganannya
5. Trauma kepala
Cedera kepala, baik yang disebabkan oleh kecelakaan atau aktivitas fisik yang keras, dapat menjadi pemicu kejang pada anak-anak.
Kejang setelah cedera kepala dikenal sebagai kejang akibat trauma (post-traumatic seizures). Setelah cedera, otak anak dapat mengalami perubahan yang memicu kejang.
6. Gangguan metabolik
Beberapa gangguan metabolik seperti hipoglikemia (kadar gula darah rendah), hiponatremia (kadar natrium rendah) atau gangguan metabolisme asam amino dapat menyebabkan kejang pada anak-anak.
Pemeriksaan medis akan diperlukan untuk mendiagnosis dan mengelola gangguan ini.
7. Pembekuan darah yang buruk
Gangguan pembekuan darah seperti hemofilia atau penyakit von Willebrand bisa menjadi penyebab kejang pada anak.
Kejang mungkin terjadi jika perdarahan atau memar memengaruhi otak. Ini adalah kondisi yang serius yang memerlukan perawatan medis segera..
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 8Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





